Biarkan mereka lewat, skrotum mereka sedang terpanggang

Jalan raya adalah lingkungan yang sangat sumpek. Di sana semua kendaraan berkumpul, saling berlomba memperebutkan ruang-ruang kosong yang hanya secuil. Klakson bersahut-sahutan hingga parade kebun binatang dari mulut setiap orang di sana adalah suasana yang lumrah. Tak heran jika kota yang jalan rayanya selalu dipenuhi kemacetan memiliki warga yang tingkat stresnya lebih tinggi dibandingkan kota yang kurang atau tidak macet jalan rayanya.

Tak dinyana, di saat semua orang di jalan raya sedang berusaha menelan kedongkolan, kejengkelan, dan kemarahan masing-masing karena kemacetan merayap, terdengar suara sirine yang terdengar semakin jelas setelah sayup-sayup sebelumnya. Pengendara yang baik, taat dan mengetahui aturan akan meminggirkan kendaraannya agar AMBULANS sebagai satu-satunya kendaraan yang berhak membunyikannya dan berarti diperkenankan menembus kemacetan mendapatkan jalannya hingga rumah sakit.

Sayangnya, kebaikan itu dikhianati. Ternyata adalah MOGE yang membunyikan sirine tersebut dan bahkan dengan pongahnya para pengendara memberikan bahasa tubuh penuh kesombongan kepada semua pengguna jalan lainnya. Tidak perlu melakukan survei atau bahkan penelitian ilmiah untuk mengetahui seperti apa perasaan para pengguna jalan tersebut. Umpatan-umpatan kecil yang lirih, diusahakan agar tak terdengar oleh para pengendara moge tersebut, adalah perwakilan perasaan mereka di siang hari yang terik dan membakar.

Reaksi tersebut tentu wajar. Kecuali AMBULANS, kita semua punya hak yang sama di jalan raya, yang berarti jika kemacetan terjadi semua orang berhak menikmati kemacetan tersebut dan tidak boleh ada yang dikecualikan. Saya pun tidak bersikap berbeda jika mendapati situasi tidak adil tersebut. Tapi itu dulu, saat saya tidak berpengetahuan :mrgreen:

Maksud saya, sekarang setelah saya mengetahui sedikit lebih banyak tentang moge, saya bisa lebih toleran terhadap mereka. SERIUS 🙂 Dengan kapasitas mesin yang begitu di atas kebanyakan motor biasa, mesin mudah sekali panas, bahkan setelah diberi sistem pendingin yang canggih. Itu saja jika berada dalam situasi yang lancar, misalnya di jalanan luar kota, di mana suasananya sangat lengang. Bayangkan bagaimana jika berada di jalanan dalam kota yang padat merayap, bahkan macet parah?

Jadi, ketika mereka membunyikan SIRINE, minta jalan dibukakan untuk mereka, mengabaikan hak pengguna jalan lainnya, anggaplah bahwa mereka sedang berusaha menyejukkan selangkangan mereka dan mencapai kamar mandi terdekat untuk membasuh skrotum mereka yang sedang terpanggang 😆

Advertisements

2 comments on “Biarkan mereka lewat, skrotum mereka sedang terpanggang

  1. Pingback: Boeing 777 bukan pesawat jumbo jet, namun tetap jadi favorit maskapai penerbangan, selain seri 747 | ArDa

  2. makanya kalo jalannya gak cocok gak perlu pake moge lah, jalan kan bukan buat gaya2an
    kalo cuma ke ind*maret, apa ke kafe naik mocil cukup lah kan kalo macet gak bakal kobong bahkan walau gak ada pendinginnya hehehehehehe
    beli moge aja bisa kok, masak mocil gak bisa
    yg gak bisa hatinya kali yak ekekekekekekeke

Comments are closed.