Hayate Injeksi adalah Pilihan Baik bagi Suzuki

Tak bisa disangkal bahwa skutik merupakan kendaraan roda dua paling populer di Indonesia. Honda saja berhasil merengkuh 71 persen dari seluruh pangsa pasar. Fakta bahwa Honda terlihat memonopoli tidak menyurutkan banyak pabrikan lainnya merilis produk baru. Penggunaannya yang lebih praktis dan kurang melelahkan dibandingkan motor bebek adalah beberapa alasan skutik terus digemari dan mendapatkan popularitas yang kian menanjak. Dengan fakta tersebut, dan bukan karena permintaan konsumen – sampai kini, konsumen sebenarnya didikte untuk menerima beragam produk oleh pabrikan – skutik telah memberikan banyak pilihan untuk dipilih oleh para konsumen, termasuk segmen pemula – benar-benar fungsionalitasnya yang diutamakan, segmen gaya (misalnya fashion, retro, sesuai kelompok umur, dsb.), sampai segmen kemewahan, atau yang menggabungkan beberapa segmen sebelumnya.

Tiga pabrikan bertarung di segmen skutik reguler, dengan Honda dan Yamaha bersaing ketat meskipun menghasilkan pangsa pasar yang jomplang, dan Suzuki yang terlihat ngos-ngosan mengejar keduanya, namun masih mampu menjalani kompetisi ini. Hal ini terbukti dengan Nex yang paling laris dibandingkan dua skutik lainnya, Skydrive dan Hayate, sehingga terkesan dianakemaskan. Nex pula yang memiliki dua varian, karburator dan injeksi. Nex pula yang ‘diberi’ versi fashion dalam bentuk Let’s yang juga hadir dalam dua subvarian, Premium dan Sporty.

Dua skutik 125 Suzuki, masing-masing Skydrive dan Hayate, jelas tidak mampu bersaing dengan Vario dan Xeon RC. Tapi keduanya tetap memiliki pelanggan tersendiri, entah karena apa. Yang cukup mencengangkan adalah Hayate dengan popularitasnya yang tidak biasa jika berbicara tentang produk Suzuki, apalagi ‘keanehan’ yang dimilikinya. Hayate, yang bodinya bongsor, pengendaliannya (handling) yang dinilai kasat mata sekilas bakal susah menembus kemacetan, di luar dugaan memperoleh penerimaan yang cukup meluas. Ini adalah berita bagus bagi pabrikannya, tentu saja. Karena dalam praktiknya, yaitu saat digunakan berkendara, skutik ini tetap nyaman, lincah, dan dapat diandalkan (atau sepertinya ketiga keunggulan tersebut diberi tanda * saja ya :mrgreen: )

Maka pilihan memasang mesin injeksi adalah pilihan yang baik bagi banyak pemangku kepentingan: Suzuki, Hayate untuk mempertahankan citranya, konsumen yang ingin mendapatkan motor dengan nilai berlebih). Bersanding dengan versi karburator juga bukan keputusan yang jelek, mengingat beberapa pelanggan lebih cenderung pada mesin karburator untuk alasan performa. Bagi mereka yang pro status quo, kecuali untuk efisiensi BBM yang seharusnya lebih baik, injeksi adalah pilihan yang bagus. Beberapa penyesuaian kecil bisa dilakukan untuk lebih memikat pelanggan, seperti lampu utama yang sedikit diubah, meniru Hayate versi Vietnam yang sudah berinjeksi lebih dulu. Apalagi beberapa komentar menunjukkan respons positif terhadap bentuk lampu utama tersebut.

Jadi, Hayate Injeksi hanya tinggal menunggu waktu. Sekarang tinggal Ctrl+D untuk membuktikan analisis ngawur saya ini :mrgreen:

#hoooooooammmmmmmsambilsiap2ibadahJumat

Advertisements

6 comments on “Hayate Injeksi adalah Pilihan Baik bagi Suzuki

  1. Pingback: Boeing 777 bukan pesawat jumbo jet, namun tetap jadi favorit maskapai penerbangan, selain seri 747 | ArDa

  2. Pingback: Beredar foto-foto acara test ride Suzuki Address Malang-Surabaya! Suzuki lakukan operasi kontra-intelijen terhadap Vario 150! | ArDa

Comments are closed.