Anehnya, kali ini Jorge Lorenzo tak terbendung

Marc Marquez selalu fenomenal dalam rangkaian satu balapan. Mulai dari latihan bebas sampai kualifikasi, ia bisa dikatakan selalu menyapu bersih posisi teratas. Dengan performa meyakinkan di balapan-balapan sebelumnya, Marquez mulai menjadi ancaman bagi pemirsa MotoGP karena bagi pembalap lain, mudah saja disalip olehnya :mrgreen: Mengapa begitu? Karena berarti ia akan melesat sendirian di depan, meninggalkan jauh lawan-lawannya, bahkan di sirkuit kesayangan kompetitor (contohnya di Brno dengan pengecualian di Silverstone kemarin di mana ketegangan sampai akhir).

Tapi yang terjadi di Sirkuit Marco Simoncelli, San Marino sedikit berbeda dan cukup mengherankan. Memang Marquez masih menguasai latihan bebas bahkan berujung pada pole position, mengungguli duo Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di posisi dua dan tiga. Di awal balapan, saat start pun masih berlangsung ‘normal’ di mana Marquez yang terdepan dengan mudah disalip oleh Lorenzo yang terkenal mampu melakukan start dengan baik. Dan di sini ‘keanehan’ berawal.

Lorenzo melesat jauh meninggalkan kedua rider Honda tepat di belakangnya yang seperti kesusahan mengejarnya. Bahkan Rossi sempat begitu nyaman menyalip Marquez untuk merebut posisi tiga. Di depan sana, Lorenzo semakin nyaman dengan motornya, tidak seperti ketika di Brno saat ia harus mati-matian mempertahankan posisinya dan akhirnya gagal karena dipecundangi Marquez.

Malah tersaji di sirkuit Marco Simoncelli adalah pertarungan ketat………………………………….dua pembalap Honda Repsol bersaing untuk merebut posisi runner-up, seperti sudah menyerah untuk mengejar sang brand ambassador semakin di depan dan menegaskan yang lain gak bisa ngikutin 😆

Di akhir balapan dengan juara sudah dipastikan beberapa lap sebelumnya, Lorenzo seperti tidak perlu memeras keringat seperti yang ia lakukan di Silverstone. Marquez seperti tampil di bawah performa biasanya. Menurut pengakuannya

Saya sudah menduga saya akan sedikit kesulitan di awal balapan karena sepanjang akhir pekan termasuk saat balapan tangki bahan bakar saya selalu penuh. Kemudian di sesi putaran pemanasan saya mengalami kesulitan dan terjatuh, tapi pada akhirnya saya berkata pada diri sendiri bahwa saya hanya perlu melakukannya

Mungkin kita harus percaya bahwa pemasangan komponen baru di motor Yamaha turut mendongkrak performa Lorenzo sehingga melambung jauh meninggalkan pesaingnya dalam jarak yang tidak biasa, seperti yang disinyalir di sini. Tapi sepertinya juga ada hal berbeda dialami motor Honda-Repsol dan terutama rekan setim Lorenzo.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.