Perhatikan ini sebelum membeli perangkat Android

Pada akhirnya, semua harus dibatalkan. Cukup mengecewakan mengakhiri pilihan yang awalnya kita begitu yakin mampu mewujudkannya. Tapi karena ‘konspirasi buana’ tidak mengizinkan, memang jalan terbaik harus merelakan kita mengambil jalan berbeda dari pilihan kita itu.

Penggambaran yang sedikit dramatis tapi terasa lebay manakala topiknya ternyata seremeh ponsel. Yeap, keputusan yang ‘mengharu-biru’ ini berhubungan dengan kemantapan hati yang sebelumnya mantap memilih ponsel ini namun kini harus merelakannya. Tidak ada yang salah dengan ponsel tersebut, terasa sempurna di kelasnya. Satu-satunya masalah adalah tiap kali saya Googling (sungguh, bukan Yahooing apalagi Binging 😆 ) tentang ponsel ini, semua yang saya dapatkan hanya lapak dagangan menjajakan perangkat ini. Bukan itu yang saya mau.

Yang saya mau inilah yang melatarbelakangi tulisan ini dan semoga menginspirasi mereka yang sedang mencari perangkat serupa. Jika seseorang sedang mencari perangkat Android sebagai sistem operasi paling populer saat ini, uang bukan lagi jadi masalah karena ia sudah mengumpulkannya dalam jumlah cukup. Permasalahan berikutnya adalah perangkat mana yang tepat? bahkan jika ia punya uang sebanyak untuk menjangkau ponsel Android kelas atas, belum tentu ia dapat dengan mudah membuat keputusan, berkat perangkat Android yang begitu beraneka ragam di satu kelas saja. Tidak perlu banyak-banyak mengajukan pertimbangan, cukup perhatikan DUA hal ini kita bisa dapatkan perangkat Android yang mungkin awalnya tidak kita begitu bersemangat memilikinya, tapi di seiring berjalannya waktu hal itu kemungkinan besar dapat berubah.

1. Komunitas

Mengingat sifatnya yang terbuka, ada saja perangkat Android yang disebut-sebut mengalami kerusakan. Saya bisa katakan, belum tentu. Hanya setelah ditanyakan ke KOMUNITAS dan memang semua yang di sana sudah ‘angkat tangan’, barulah ‘ketetapan tersebut berlaku :mrgreen: Ya, Android lekat hubungannya dengan komunitas. Mereka inilah yang menyediakan panduan hampir apa saja untuk mengustomisasi perangkat Android terkait. Mereka yang dengan senang hati menyediakan solusi untuk memperbaiki perangkat Android yang bermasalah (biasanya disebabkan oleh bug). Komunitas ini kebanyakan dibentuk karena sama-sama punya perangkat yang serupa. Tapi tidak menutup kemungkinan komunitas Android yang dibentuk karena tujuannya memang membantu (sekaligus mengedukasi) masyarakat awam yang baru pertama kali punya perangkat ini. Dua media utama komunitas semacam ini sering mangkal adalah KasKus dan Facebook yang melalui Google (Googling) Anda dapat menemukannya.

2. Keberanian Hati

Faktor eksternal biasanya lebih kuat memotivasi ketimbang faktor internal. Kita sudah menemukan komunitas yang katakanlah menyediakan segalanya untuk kita tiru dalam mengustomisasi perangkat kita, tapi kalau kita sendiri tidak punya nyali untuk mencobanya sendiri, rasanya masih ada yang kurang. Memang di setiap akhir tutorial Android, selalu tercantum DWYOR, kepanjangan dari Do With Your Own Risiko alias Risiko tanggung sendiri.

Kombinasi komunitas dan keberanian hati adalah paduan sempurna untuk memiliki perangkat Android yang mumpuni. Tapi kalau pada akhirnya semua harus dikerjakan bukan oleh kita, malah kita yang merengek-rengek pada komunitas agar mereka saja yang mengerjakan untuk kita, nanti jadi seperti ini 😆

Advertisements

8 comments on “Perhatikan ini sebelum membeli perangkat Android

  1. ada apa dengan android??? kenapa khawatir yg berlebih?? seperti halnya aku memilih untuk menggunakan OS linux, ga ada masalah ah…

    yg terpenting adalah memory musti gede

Comments are closed.