Bangkitnya Hitam Putih dan pikiran yang submisif

Berita mengejutkan itu datang ketika para pemirsa merasa jenuh dengan tayangan yang ada. Lewat media sosial terkenal, sang pembaca acara menyampaikan kabar bahwa program yang dipandunya sudah tidak akan tayang lagi dengan alasan peringkat yang terus melorot, kalah dari program yang tayang di stasiun yang sama. 

Sesaat setelah Deddy Corbuzier mengumumkan penghentian penayangan Hitam Putih yang ia menjadi pembawa acaranya, fanpage Hitam Putih banjir komentar, jelas kebanyakan menyayangkan penghentian acara tersebut, apalagi dengan alasan yang kurang bisa diterima. Makin dongkol karena alasan yang disebutkan itu melibatkan YKS, Yuk Keep Smile, acara yang bikin penggemar Hitam Putih makin geregetan :mrgreen:

Kini, DZ bikin heboh lagi, lagi-lagi dengan acara yang sama. Tapi kali ini, tentang kebangkitan Hitam-Putih. Acara yang konon menghadirkan banyak inspirasi akan tayang kembali, masih di stasiun televisi yang sama. DZ sudah tampil dalam teaser Hitam Putih di mana ia harus duduk di kursi roda layaknya Charles Xavier dan menyebutkan angka-angka terkait dengan berita penghentian Hitam Putih beberapa pekan lalu.

Dihentikan, sekarang ditayangkan kembali, tidak sampai sebulan (benar ‘kan?), persis namanya, Hitam Putih, mengandung dua hal yang bertentangan. Kalau sudah dihentikan kenapa harus ditayangkan kembali? Apakah peringkat (rating) sudah naik lagi? Tapi bagaimana itu mungkin karena bagaimana bisa diberi peringkat kalau acaranya tidak tayang lagi sejak saat itu?

Ini tak ubahnya seperti testing the water. Rating sebenarnya justru diberikan dengan melihat reaksi para penggemar yang disampaikan melalui fanpage Hitam Putih. Dengan angka-angka yang disebutkan DC itu, stasiun televisi tersebut mantap untuk menayangkan kembali acara ini. Pengumuman berhenti siaran hanya untuk menguji seberapa jauh acara ini sudah merasuk dalam pikiran para pemirsanya. Dan hasilnya luar biasa :mrgreen:

Komentar yang begitu menggunung di FP dan akun Twitter yang tertimbun cuitan para penggemar sebenarnya menunjukkan betapa pikiran telah ‘diinvasi’ oleh acara bersangkutan. Mereka sudah larut, mungkin juga tanpa sadar, mengikuti rutinitas yang ditimbulkan oleh Hitam Putih; awalnya selepas senja, selanjutnya selewat pukul 21.00, sebelum ditayangkan untuk sementara, diduga ya untuk mengetes air tadi.

Kalau jujur menilai sebenarnya sih tidak mesti tiap episode selalu inspiratif, seperti klaim yang selalu diajukan mereka yang membanjiri akun dua media sosialnya dengan komentar menyayangkan. Tapi kembali ke soal pikiran yang submisif, yang ‘menyerah’ untuk lebih baik mengikuti saja rutinitas baru yang dihadirkan oleh Hitam Putih, protes pun dilayangkan mengatasnamakan inspirasi dan dampak positif.

Jadi sekarang, Hitam Putih sedang tayang (kembali). Penggemarnya jelas bersorak, lalu duduk manis sepanjang acara berlangsung. Semoga masih bisa menilai dengan jernih. Selamat menonton, dengan nalar terjaga.

Advertisements

9 comments on “Bangkitnya Hitam Putih dan pikiran yang submisif

  1. Betul juga ya……seperti sebuah ‘permainan pikiran’…dari sebuah acara station televisi yang ujung2 nya juga menjadi pembicaraan, rating, dsb…yang ujungnya berakhir di ” IT’S JUST BUSINESS”……to make money……

  2. mulai males nonton acara ini pas temanya kecelakaan bintaro… bukannya empati malah memperkeruh suasana… sekarang kena batunya tuh botak, tp ga tau juga si… jangan2 setingan lagi kayak acara sulap fail nya…

Comments are closed.