Apa kabar belok kiri ikuti isyarat lampu?

Jalan raya di Indonesia kebanyakan sudah penuh sesak dilewati banyak kendaraan. Lampu lalu-lintas diciptakan pun untuk menata keruwetan tersebut agar sedikit tertib. Beberapa waktu lalu, pernah dicetuskan aturan bahwa, saat berada di perempatan (dan mungkin juga di pertigaan), dan akan belok kiri, harus mengikuti isyarat lampu lalu-lintas.

Rasanya sekarang peraturan tersebut sudah dilupakan, mungkin juga salah satunya karena polisi sudah letih memperingatkan para pengendara jalan. Mungkin juga, meskipun ketegasan polisi, para pengendara tersebut yang keras kepala tidak mau diperingatkan. Terakhir, mungkin juga mereka terpaksa, sudah patuh ikuti isyarat lampu, tapi pengendara di belakang yang bebal tidak sabaran dan merasa wajar saja langsung belok kiri, apa pun isyarat lampunya.

Tapi kenapa belok kiri sebaiknya ikuti isyarat lampu yang sedang menyala? Saat berkendara kemudian belok kiri, di perempatan maupun pertigaan, kita sedang berganti/berpindah ruas jalan, meskipun masih sama-sama di lajur kiri, sebesar 90 derajat. Perpindahan ini berpotensi ‘memakan’ bagian yang seharusnya diambil oleh pengendara dari arah belakang, yang memang itu haknya. Apalagi luas kebanyakan ruas jalan tidak begitu lebar, terkadang mereka yang langsung belok kiri harus beririsan dengan mereka yang melaju dari arah belakang. Gampangnya, coba nonton tayangan F1. Tiap kali pembalap keluar dari pitstopnya, ia tidak boleh melewati garis kuning hingga berakhir di tikungan. Jika melampaui garis itu ia bakal kena penalti, padahal itu masih satu lajur lurus, apalagi ini yang berpindah lajur.

Jadi mulai sekarang, sebaiknya ikuti saja isyarat lampu lalu lintas saat akan berbelok kiri.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

4 thoughts on “Apa kabar belok kiri ikuti isyarat lampu?

  1. pak tarno

    tergantung tulisane.
    kalo perempatan lebar biasanya tanpa tulisan.
    kalo sempit barulah tulisan ini ada.

    Reply
  2. st3v4nt

    Alasan saya sih ini…

    Terakhir, mungkin juga mereka terpaksa, sudah patuh ikuti isyarat lampu, tapi pengendara di belakang yang bebal tidak sabaran dan merasa wajar saja langsung belok kiri, apa pun isyarat lampunya.

    Reply
  3. Sigit

    polisi kok capek, kan sudah tugas mereka, kalo perlu tungguin di tiap persimpangan
    yg ngelanggar dihukum, biar ada efek jera
    klo cuma diperingatkan mah gak mempan
    nyatanya, hampir gak pernah saya liat ada polisi berjaga2 di persimpangan
    kurang personil? atau asik cari objekan?
    ibaratnya pengendara dibiarin main di jalanan ga ada yg ngawasi

    Reply
  4. Pingback: Mengapa belok kiri memang harus mengikuti isyarat lampu? | ARIF DADOT

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s