Kala sinabung dan kelud (konon) direspons berbeda

Kelud akhirnya mencapai batas kesabarannya. Jelang tengah malam kemarin gunung yang pernah disengketakan pemkab Kediri dan pemkab Blitar ini berdentum beberapa kali untuk membuat sebagian rakyat negeri ini tidak bisa melanjutkan mimpinya. Tak lama setelah itu, langit di sekitar gunung Kelud terlihat mencekam sembari menahan muntahan dari kawah Kelud. Catatan lengkap riwayat Kelud sampai terakhir meletus semalam bisa dilihat di sini.

Sesaat setelah dentuman mengagetkan itu, laman media sosial ramai dengan pemberitaan terbaru yang bisa diperoleh. Dari sebegitu banyak berita tersebut terselip satu komentar yang entah bagaimana harus menafsirkannya, mempertanyakan respons (publik) yang berbeda antara Sinabung sebelumnya dengan Kelud saat ini. Singkatnya, Kelud sepertinya begitu diistimewakan dengan banyaknya pemberitaan perkembangan terkini sementara Sinabung terasa diperhatikan hanya pada saat telah meletus.

Kalau bagi saya pribadi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tidak pernah membedakan tiap gunung api di Indonesia. Rasanya naif sekali jika bertindak demikian mengingat satu gunung api tidak lebih ringan dampaknya dibandingkan dampak gunung api lainnya jika lebih diperhatikan. Terasa ada perbedaan perlakuan dan respons mungkin terjadi di ranah media sosial. Pertama, untuk kasus gunung Kelud, terdapat dua stasiun televisi besar yang menempatkan bironya di Jawa Timur, propinsi gunung Kelud berdiam. Dan itu tidak hanya menjelang perkiraan gunung ini meletus, melainkan sudah berbilang tahun. Kebutuhan penyiaran menjadikan gunung Kelud sebagai salah satu sumber beritanya.

Kedua, aktivitas warga Jawa Timur di situs jejaring sosial lumayan tinggi, menjadikan perkembangan terbaru gunung Kelud hampir selalu dijumpai, entah berupa sekadar status curcol hingga berbagi informasi terkini. Ketiga, Jawa Timur termasuk propinsi yang warganya ada di mana-mana. Ditambah dengan aktivitas yang intens di situs jejaring sosial meminta dan mencari tahu perkembangannya, tak sulit kemudian untuk Kelud menjadi trending topic yang akhirnya menyita perhatian lebih luas lagi. Saya sendiri punya cukup banyak teman dari propinsi ini, termasuk yang berdiam 30-40 km dari kawah gunung ini, menjadikan saya mau tidak mau ya mencari lebih lanjut tentang Kelud ini.

Advertisements

4 comments on “Kala sinabung dan kelud (konon) direspons berbeda

  1. Saya sangat tidak setuju akan persepsi soal Kalau Gunung Kelud di anak emaskan, masalahnya saya juga penduduk asli sana. Gimana seluk beluk rakyatnya,dsb. begitu saya pahami.

    ** Yang paling utama, Penduduk sekitar Gunung Kelud sudah sangat terlatih untuk mengalami bencana alam ini. Karena kejadiannya lebih sering daripada Sinabung yg tidur 8 abad. Jadi respont penduduk sekitar sangat mudah di ajak untuk kerja sama, dan alhasil alhamdulillah walau bisa di bilang ini letusan dahsyat daripada tahun 1990 namun sepertinya korban jiwa sangat bisa diminimalisirkan. #maaf kepanjangan :mrgreen: 😳

    http://potretbikers.com/2014/02/15/berusaha-mewujudkan-cita-cita-melalui-datsun-rising-challenge/

Comments are closed.