Surabaya membatalkan Glow Run?

Dalam usahanya memperkenalkan dan memasarkan matik terbarunya, GT125, Yamaha Indonesia berinisiatif mengadakan lomba lari Glow Run. Beberapa kota besar telah dipilih untuk menyelenggarakannya. Satu yang telah tuntas adalah Jakarta di awal Februari kemarin. Kota besar berikutnya adalah Surabaya, sedianya dihelat hari ini.

Namun, letusan gunung Kelud yang menghentak di Kamis malam itu sepertinya bakal mengubah segalanya. Tak lama setelah itu, mulai Jumat dinihari sampai mungkin hari ini, Surabaya termasuk yang terdampak letusan tersebut, diselimuti debu vulkanis, memaksa otoritas setempat menutup bandara internasionalnya. Gunung Kelud sendiri tidak menunjukkan perkembangan berarti, cukup melegakan banyak pihak, namun dampaknya sepertinya tidak seketika hilang begitu saja, terutama debu yang masih berkeliaran di udara sekitar kita.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, rasanya acara lari malam hari Glow Run mungkin terpengaruh. Entah menjadi keputusan panitia pelaksana atau inisiatif para peserta, acara ini sebaiknya tidak jadi diselenggarakan, entah dibatalkan atau ditunda. Rasanya terlalu berisiko juga berolahraga lari ketika udara sekeliling masih berselimut debu. Peristiwa Kelud pun termasuk force majeur. Jadi jika terjadi penundaan atau pembatalan, tidak bakal ada yang merasa dirugikan lantas melakukan penuntutan. Sekiranya panitia bersikeras, mungkin pesertanya yang dengan sukarela mengundurkan diri, tak apalah uang pendaftaran melayang sia-sia.

Advertisements

10 comments on “Surabaya membatalkan Glow Run?

Comments are closed.