Seperti rujak cingur dicampur selai coklat

Bagi yang pernah atau tinggal di Jawa Timur, misalnya kota Malang, pasti tidak asing dengan kuliner bernama rujak cingur. Hidangan yang bisa dijadikan kudapan atau makan utama ini terdiri dari banyak komponen yang lantas disiram dengan bumbu petis yang, bukan nyessssss lagi, nonjooookkkkk jika cabainya sembilan :mrgreen: Tapi bagaimana rasanya rujak cingur seperti itu disantap dengan selai coklat? Mungkin itu analogi yang pas untuk kejadian yang kita mungkin pernah alami di jalan raya. Apa itu?Dari belakang kita menguntitnya saat lalu-lintas padat merayap. Jadi motor sport yang fitrahnya itu super kencang bisa dinikmati keindahan bokongnya. Pengendaranya yang berbalut jaket kulit dan celana kulit legam menambah kekaguman kita untuk menyempurnakan tampilan motor sport bersama penunggangnya itu. Namun semua itu sirna manakala kita dapati ia mengenakan helm half-face. Hmmm………...

Bagi saya pribadi ini bukan tentang pelanggaran kampanye safety riding. Dan saya tidak tertarik membahasnya kali ini. Lagipula ia berkendara dalam kecepatan wajar, tidak ngebut. Saya hanya merasa, aduuuh kok gak full-face aja to? Rasanya jadi ada yang kurang mengingat dalam benak saya citra sebuah motor sport ya dipadankan dengan helm full-face, apalagi jaket dan celananya mendukung tuh. Karena itu saya analogikan seperti menyantap rujak cingur dengan coklat tadi. Tidak ada yang salah dengan masing-masing makanan itu. Tapi kalau keduanya dipadukan, belum tentu tercipta keserasian.

Advertisements

11 comments on “Seperti rujak cingur dicampur selai coklat

  1. Belum pernah makan rujak cingur, jadi tidak tahu tentang keserasiannya. kalau pengguna motor sport pakai kaos oblong dan sendal jepit memang tidak serasi, minimal jaket ketat dan sepatu kets. kalau helm half yg penting modelnya terlihat racy bukan dg visor seperti mata lebah (cembung berwarna kuning).

Comments are closed.