Kenapa motor “cacat” ini tetap laris manis?

Dalam usahanya mendongkel Vixion, Honda menempuh banyak cara. Megapro yang digadang-gadang bakal melengserkan Vixion ternyata sudah dihadang Byson. CB150SF yang selanjutnya diyakini bakal berbicara banyak tetap tak mampu menghentikan laju Vixion, terjual hingga 26.000 unit dalam satu bulan. Dan ketika langkah Honda meluncurkan Verza dipandang sebagai tindakan putus asa, ternyata itu malah membuahkan hasil. Verza terlihat mampu memberikan perlawanan ketat pada Vixion. Dan ditambah dengan model-model lain yang bahu-membahu, model keroyokan ini membuahkan hasil dengan penahbisan Honda sebagai raja segmen motor batangan.

Kenapa putus asa? Itu karena dari bandrolnya. Motor sport jepit tangki saat menaikinya dibandrol seharga motor bebek bukanlah kebiasaan Jepang. Itu dilakukan pertama kalinya di sini oleh Bajaj, yang terbukti tidak begitu menggoyahkan dominasi bebek-bebek Jepang. Tapi Verza mengubah semua asumsi itu dan ternyata malah mendapat sambutan baik. Memang sebagai usaha menekan harga, Verza tidak dibekali dengan tachometer, yang membuatnya terasa “kurang laki” bila dibandingkan dengan Thunder yang ada di kelas setara.

Ketiadaan tachometer ternyata tidak menggoyahkan mereka yang ingin menebusnya. Rasanya memang ada faktor pendukung yang menguatkan motor ini tetap dipilih meskipun kekurangan tadi. Headlampnya termasuk yang kuat menggoda calon pembeli agar tidak berpaling. Tampilannya agresif, punya aura jantan, dan seperti hendak memangsa. SIngkatnya, model lampu seperti itu mengingatkan pada moge-moge Honda yang berharga jauh berkali-kali lipat motor ini. Ini moge versi hemat.

Berikutnya adalah sistem pengabutan bahan bakar. Ini sudah injeksi. Tidak hanya itu, sensornya pun lebih lengkap dengan adanya sensor oksigen, sesuatu yang tidak ada di Vixion …… lawas :mrgreen: Di atas itu semua, sepertinya tidak sekadar harga murah dan fitur-fitur pemanis yang memikat. Tapi kombinasi harga murah dengan tenaga setara motor sport di harga 20 jutaan, cukup ditebus di harga 17 jutaan.

Advertisements

18 comments on “Kenapa motor “cacat” ini tetap laris manis?

  1. Pingback: SZR kebanting Verza | arifdadot.com

Comments are closed.