Sssttt . . . . . diam-diam Kawasaki ternyata bikin Vespa juga

Klasik, klasik, dan klasik. Itu adalah alasan utama yang dapat diajukan para penggemarnya jika ditanyakan tentang Vespa. Jika harus ada alasan lain, mungkin tentang desainnya yang abadi, dari dulu sampai sekarang selalu enak dipandang. Juga, eksklusif. Tidak seperti produk setipe lainnya, yaitu skutik, Vespa dijual di harga yang cukup wah, bisa dapat dua ekor skutik pasaran untuk menebus satu Vespa terbaru: Primavera.

Popularitas anomali Vespa ini rupanya telah memikat Kawasaki. Mereka berniat memasarkan produk semacam ini dengan cara yang sama pula. Tapi mesinnya sedikit berbeda, berkubikasi 250cc. Tidak ada alas untuk menyandarkan kaki, tapi kedua paha harus menjepit tangki BBM-nya. Calon produk Kawasaki ini dinamai sama cantiknya dengan wujudnya: Estrella.

Dengan harga bandrol di atas kewajaran, para pembeli sebetulnya hanya mendapatkan motor satu silinder, tenaga seadanya, dan minim fitur lainnya. Bandingkan dengan saudara-saudara tuanya, mulai dari Ninja 250 (mono dan twin), Z250, dan D-tracker, itu semuanya value for money.

Tapi, diprotes seperti apa pun, sebuah “keganjilan” memang punya pembenarannya. kuna, klasik, sepertinya tak bisa disetarakan dengan apa pun modernitas dewasa ini. Karena situasi semacam itu tidak bisa dikembalikan, hanya bisa dihadirkan kembali, diwujudkan ulang di tengah-tengah suasana yang menjurus futuristik dewasa ini.

Advertisements