Hanya saya atau ini déjà vu VR46 berbaju merah?

Sukses di dua pabrikan besar asal Jepang seperti belum menegaskan superioritas Valentino Rossi di kasta tertinggi motorsport roda dua. Bersama Honda, Rossi mengacak-acak dominasi para jagoan tua selepas Mick Doohan, termasuk senggolan legendaris dengan Sete Gibernau. Menunggangi Yamaha setelah perpisahan yang menyakitkan dengan Honda pun tak masalah bagi VR46 untuk disebut raja Midas karena sukses membuat M1 superior setelah sebelumnya hanya berkutat dengan inferioritas.

Keraguan superioritas Valentino Rossi di arena motoGP adalah orang Italia tapi menunggang motor Jepang, padahal juga ada pabrikan Italia, Ducati. Bagaimana jika keduanya bersatu? Kedahsyatan tenaga dari mesin Desmosedici berpadu dengan kemampuan tak tertandingi dari the Doctor dibayangkan oleh mereka penggemar motoGP, terutama para tifosinya bakal menghasilkan kompetisi yang membosankan karena menurut mereka Rossi akan jauh lebih baik dari Casey Stoner di tahun 2007.

fakta yang tersaji nyatanya adalah kebalikannya. Rossi terpuruk di titik terbawah sepanjang karirnya, mengeluarkannya dari kelompok The Aliens. Tak ada dominasi Rossi, apalagi Ducati, meskipun telah berganti rangka ke twin spar.

Sore ini saya seperti kembali merasakannya …..

Advertisements