Apakah golput tidak boleh protes?

Komik berikut diperoleh dari Facebook.

golput pemilu 2014

golput pemilu 2014

Dibuat untuk menyindir mereka yang memilih menjadi golput. Kamu ‘kan tidak ikut pemilu. Jangan protes. Seperti itu pesan tersiratnya. Kalau begitu apa sudah pasti mereka yang memilih bakal didengar protesnya? Situasi memilih dan menjadi golput sepertinya lebih tepat digambarkan dalam sepakbola. Mereka yang memilih adalah pendukung kedua tim yang bertanding. Tapi di antara mereka, jelas ada penonton yang tidak mendukung salah satunya, sekadar menikmati pertandingan. Hanya karena tidak memilih salah satu klub tidak berarti ia tidak boleh protes terhadap keputusan selama pertandingan. Misalnya, dalam perempat final yang baru saja berakhir. Keputusan terhadap Bastian Schweinsteiger layak diprotes tidak hanya oleh para pendukung Muenchen, tapi mereka yang netral namun menjunjung semangat Fair Play. Toh karena keputusan sudah dibuat, wasit tetap bergeming, tidak menganulir keputusannya itu dan tak mengubah jalannya pertandingan ‘kan?

 Jadi sindiran bahwa golput tak boleh protes karena abai terhadap hak pilihnya terasa usang. Golput masih boleh protes bukan semata-mata berdalih dengan alasan demokratisasi, tapi itu adalah imbas dari ketaatan mereka terhadap peraturan yang diterapkan oleh pemerintah yang tidak mereka pilih. Mereka bayar pajak, tidak bikin onar, jaga keamanan, tertib saat mengantre. 

Kecuali kalau pemerintah terpilih itu menggariskan peraturan bahwa siapapun yang tidak memilih dia tidak perlu membayar pajak dan jangan menaati semua peraturan yang digariskannya kelak. Jika ini terjadi, saya setuju golput lebih baik bungkam saja.

 

Advertisements

15 comments on “Apakah golput tidak boleh protes?

  1. Penonton netral BOLEH protes jika ada kesalahan pada PROSES pertandingan, tapi TIDAK bisa protes pada HASIL akhir. Kenapa? Karena mereka hanya MENONTON. Golput juga BOLEH protes jika ada kecurangan pada PENYELENGGARAAN Pemilu, tapi TIDAK BOLEH protes pada kepemimpinan negara HASIL dari Pemilu. Kenapa? Karena golput hanya MENONTON. Ini BUKAN opini saya lho ya. Hanya ANALOGI berdasarkan LOGIKA berpikir Mas Arifdadot pada artikel ini 🙂

  2. Bernegara itu harus punya pemimpin…
    Beragama juga harus punya pemimpin
    Kalau tidak pingin bernegara dan beragama, maka tidak perlu pemimpin…

    Sholat sendirian kan gak bisa membetulkan imamnya.
    Wong gak ada imamnya. Gak mau memilih pemimpin juga
    begitu. Buat apa ngoreksi orang yang bukan pemimpinnya

    Tetap memilih-lah sebagai bentuk anda BERTANGGUNG JAWAB

    Seperti Rossi yang akan membendung Marquez
    http://nyobamoto.com/2014/04/04/rossi-akui-marquez-kandidat-kuat-juara-dunia-dan-rossi-akan-membendungnya/

Comments are closed.