Bayern Muenchen dikerjai bocah-bocah Old Trafford

Bayern Muenchen datang ke Manchester untuk melakoni laga perempat final sebagai tim yang haram bagi semua pengamat menempatkan mereka sebagai non-unggulan. Menjadi jawara Bundesliga ketika kompetisi masih menyisakan tujuh pekan, mengemas produktivitas gol yang luar biasa, permainan yang sangat ofensif dan menghibur sekaligus, dan juara bertahan Liga Champions. Pengunggulan tersebut makin tampak manakala melongok rekor-rekor yang ditorehkan calon lawannya itu; sang tetangga dari tetangga yang berisik :mrgreen:

perempat final liga champions 2014 old trafford manchester united bayern muenchen

perempat final liga champions 2014 old trafford manchester united bayern muenchen

Ya, menyedihkan bagi para manchurian karena sejak ditangani David Moyes, Manchester United seperti bukan setan merah yang harus selalu ditakuti. Ibarat setan beneran yang sudah hilang kredibilitasnya di hadapan anak-anak kecil, Setan Merah dari Old Trafford ini tak kuasa membendung serangan tim-tim gurem dan kacangan di EPL. Maka, di antara delapan perempatfinalis Liga Champions musim ini, eMyU paling buncit diurutkan sebagai tim unggulan.

perempat final liga champions 2014 old trafford manchester united bayern muenchen

perempat final liga champions 2014 old trafford manchester united bayern muenchen

Namun, semua prediksi tak berarti apa-apa jika fakta di lapangan sudah tersaji. Sayangnya, untuk kasus di Old Traford enam jam yang lalu itu, faktanya sejalan dan seirama dengan prediksi gambar di atas hingga babak pertama berakhir. Tepat sekali, tim asuhan Pep Guardiola mengurung rapat pertahanan Manchester United, menyisakan sedikit saja kesempatan bagi tim David Moyes melepaskan umpan panjang atau serangan balasan kadang-kadang. Mujur bagi United karena gawang de Gea tidak digelontor setengah lusin gol akibat serangan bergelombang itu. Malah, United seharusnya unggul lebih dulu andai Danny Welbeck lebih tenang mengecoh Manuel Neuer.

Babak kedua tidak banyak membawa perubahan dengan Muenchen rajin menekan dan United memilih bertahan dengan sesekali menyerang. Mario Mandzukic yang dimasukkan untuk menambah daya gedor demi membongkar pertahanan rapat United melompat untuk menyundul bola, berduel dengan Nemanja Vidic yang turut berjingkrak dalam merebut bola, namun posisinya lebih rendah. Tak lama, Vidic mengerang menutupi wajahnya sementara kita tahu tangan Mandzukic meluncur ke leher Vidic. Wasit tak peduli. Kartu kuning diacungkan untuk Mandzukic yang tak percaya akting Vidic manjur memikat wasit. Lihat saja setelah kartu kuning dia masih ngomel-ngomel ke Vidic.

Vidic pula yang justru menjebol gawang Neuer hasil tendangan sudut. Sundulannya pun keren, menukik tajam ke sudut kiri gawang. United justru unggul 1-0 meskipun dikurung rapat.

Namun tak butuh waktu bagi Muenchen untuk merespons. Meskipun bis makin banyak diparkir, tak susah bagi Muenchen untuk menghasilkan gol penyama. Bastian Schweinsteiger enteng saja menceploskan bola ke pojok atas gawang de Gea dengan sepakan yang sebenarnya tidak terlalu keras, namun menohok.

Namun, Schweinsteiger harus menerima kenyataan pahit diusir dari lapangan setelah dianggap melanggar Wayne Rooney yang berbuah kartu kuning kedua. Banyak yang bilang itu tekel telat dari Schweinsteiger tapi saya lebih suka berpendapat Rooney sekadar menempelkan kakinya di betis Schweinsteiger. Buktinya Rooney masih bisa berjalan wajar setelah insiden itu dan David Moyes dari pinggir lapangan tetap kalem, tidak kesetanan; berbeda jika dipicu pelanggaran berat menuntut wasit segera mengacungkan kartu.

Dengan hasil ini, kedua tim tidak diuntungkan dan pertandingan di Allianz Arena akan sangat menentukan nasib keduanya.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

13 thoughts on “Bayern Muenchen dikerjai bocah-bocah Old Trafford

  1. Sigit

    hmm.. keingetan dulu nonton final mereka, yg MU di menit2 terakhir berhasil menyamakan kedudukan dan akirnya malah menang 😀

    Reply
  2. Pingback: Sukses Juventus Melaju Di Liga Champions Belum Bisa Menghapus Kenangan Buruk Juventini | ArDa

  3. Pingback: Prediksi Drawing Perempat Final Liga Champions Eropa 2014/2015 | ArDa

  4. Pingback: Prediksi Drawing Perempat Final Liga Champions Eropa 2014/2015 | ARIF DADOT

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s