Waspadai penyakit akibat Selfie

Satu berita yang menghebohkan dari WhatsApp, selain akuisisi gila Facebook, adalah gangguan yang ditimbulkan aplikasi pesan instan ini. Penyakit yang disebabkan oleh kecanduan mengetik yang superaktif dikenal sebagai WhatsAppitis.

Hati-hati, Ada Penyakit WhatsAppitis

Kini tak hanya WhatsApp yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pengguna. Tren baru yang mulai semerbak belakangan ini; Selfie berpotensi menghadirkan ketidaknyamanan bagi para penyukanya. Selfie (jangan salah baca sebagai Sefti Sanustika ya 😆 ) adalah tindakan mengambil foto diri sendiri secara sendirian, tanpa bantuan orang lain. Untuk meraup banyak pujian, selfie hadir dalam beragam pose melibatkan semua yang ada di wajah. Mulut, mata, termasuk juga memanipulasi leher. Jadi karena itu waspadai penyakit berikut ini akibat selfie.

1. Monyongitis

 

Rutin membuat pose duckface berpotensi menyebabkan bibir mudah kram, yang dapat memicu mati rasa jika frekuensi ditingkatkan 😆

2. Tengengitis

Masih terkait dengan monyongitis, selfie kurang ciamik jika ponsel kamera memotret dari depan. Pose menyamping lebih disukai. Hasilnya, leher harus diputar 45 derajat, entah ke kiri atau kanan. Frekuensi kerap dalam melakukan pose ini berpotensi menyebabkan sakit leher.

Masih ada lagi gangguan akibat selfie yang berlebihan? Bagikan di kolom komentar 😀

 

 

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

8 thoughts on “Waspadai penyakit akibat Selfie

Comments are closed.