Hati-hati menyalip dari sisi kiri

Indonesia adalah negara kiri. Kiri di sini bukan komunisme, tapi cara berkendara di jalan raya yang menggunakan lajur kiri. Lajur kanan hanya untuk mendahului. Di jalan tol pun demikian; lajur kanan hanya untuk menyalip. Kendaraan lebih lambat harus di sisi kiri. Dilarang menyalip dari sisi kiri.

Tapi, sepertinya hanya motor sebagai kendaraan roda dua yang diperbolehkan menggunakan lajur kiri untuk mendahului ya. Mungkin ini karena lebar jalan raya yang tidak memadai sementara jumlah kendaraan terus membludak. Bisa juga karena kebiasaan kendaraan roda empat atau lebih yang selalu anteng di lajur kanan.

new_spin

Menyalip dari lajur kiri terkadang jadi alternatif untuk memecah kebuntuan dalam kemacetan. Sayangnya, ruang yang tersisa hanya cukup untuk R2. Makanya selap-selip pun enteng saja. Tapi selap-selip ini pula yang harus diwaspadai. Hal berikut harus diwaspadai saat putuskan menyalip dari kiri.

1. Pastikan cukup ruang. Hanya karena sudah buntu dengan kemacetan, bukan berarti kau langsung hajar lajur kiri. Kalau tidak muat, bagaimana? Mobil di sisi kanan jadi korban gores, apalagi kalau itu Range Rover. Habis sudah kau bayar biaya servisnya 😆 Atau saking sempitnya kau terpaksa makan hak pedestrian di trotoarnya (eh emang trotoar itu ada ya? emang masih ada pejalan kaki ya :mrgreen: )

2. Ruang oke, tapi bukan berarti geber kencang. Betul. Jangan kau bayangkan seperti di MotoGP selepas keluar di tikungan, langsung puntir grip gas maksimal. Antar R4 atau beroda lebih biasanya ada jarak aman ‘kan. Jarak ini biasanya digunakan R2 dari arah berlawanan untuk menyeberang atau putar arah. Supir R4 yang baik hati itu biasanya mempersilakan pengendara R2 itu lewat, lantas mengambil posisi di lajur kiri; lajurnya kau ini. kalau kau asal geber kencang, bisa dipastikan kalian berdua senggolan atau malah adu kambing. Atau, ada pejalan kaki yang menyeberang, bisa habis dia kau lintas.

Postingan ini dibuat berdasarkan pengalaman di jalanan utama Malang Raya. Situasi di kota-kota lain mungkin saja berbeda, yang berarti anjuran ini tidak sesuai diterapkan.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

16 thoughts on “Hati-hati menyalip dari sisi kiri

  1. nyapurnama

    nyalip dari kiri emang bahaya banget ya Mas, apalagi nyalip angkot yang sama-sama gradak-gruduknya dan bisa berhenti kapanpun dia mau… 😐

    1. dadot Post author

      wah itu dia Mas, demi kejar setoran, angkot suka juga ambil jalur kiri seenaknya, ini juga perlu diwaspadai

  2. Pingback: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Berlarut-larut Kalau Berniat Donor Darah Akhir Pekan Ini | Arif Dadot

Comments are closed.