Cari apa di oplosan, temans?

Oplosan. Kata ini entah sejak kapan menjadi marak. Dan dalam pemberitaannya, oplosan selalu merenggut nyawa mereka yang menikmatinya. Andai masih bisa diselamatkan, pasti cacat permanen — penglihatan — setia menemani seumur hidup.

Tak habis pikir memahami alasan mereka menggilai oplosan. Pikir tak berkesudahan pun tak pernah berujung memuaskan; untuk apa mencandui minuman yang sebenarnya tidak layak konsumsi. Metanol, alkohol disinfektan, bahkan obat jamur (saya belum pasti apa ini maksudnya fungisida) tak jamak menyinggahi mulut dan lambung kita secara sengaja. Jika harus terjadi pada kita namun tak dikehendaki, berarti orang itu sedang berusaha mencelakakan diri kita? Apakah dengan oplosan kita sedang mencelakakan diri kita sendiri?

Minuman keras sendiri saja sudah berbahaya. Coba singkirkan dulu dalil-dalil agama. Di luar negeri saja, di mana minuman beralkohol dijual secara bebas, ada batas yang tak boleh dilanggar dalam mengonsumsinya. Jika dilanggar, paling tampak adalah kita ditilang saat berkendara. Makin melanggar batas, gangguan pada lever mulai terasa. Terus melanggar, bisa-bisa penglihatan kita gelap selamanya.

Dan, kini seakan tak puas dengan sekadar minuman beralkohol yang umum, obat sakit kepala, obat tidur, obat ini, obat itu, obat semuanya turut ditambahkan dalam campuran minuman soda, minuman energi, dan minuman beralkohol. Ngeri saja yang terngiang membayangkan minuman akhir setelah tercampur semua. Lalu bagaimana rasanya saat ditenggak? Pastinya enam jam kemudian efeknya langsung fatal.

Minuman beralkohol telah lama dijadikan simbol kejantanan. Entah apa maksudnya. Mungkin jika diri kita, berikut organ-organ dalam mampu menahan air api ini, saat itulah kita disebut hebat. Padahal wine sebagai tanda pergaulan dan penerimaan sosial hanya dikonsumsi, disesap lebih tepatnya, dalam jumlah sangat sedikit, mungkin ditenggak layaknya anjuran kesehatan minum 2 liter air putih tiap putih.

Pilih jantan atau sehat lahir batin?

Advertisements

8 comments on “Cari apa di oplosan, temans?

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s