Jokowi Bakal Tergolong Era Doohan-Rossi-Stoner atau Marquez Jika Nanti Terpilih?

Hari ini harinya Jokowi. Semua pemberitaan mewartakan pasangan “nuovo blanco” Jokowi-Jusuf Kalla yang baru ditetapkan yang mengenakan kemeja putih-putih. Ini duet maut, mungkin begitu menurut sebagian pengamat. Pastinya semua pendukung Jokowi dari Sabang sampai Merauke pasti berpandangan demikian. Tapi bisakah Jokowi, jika kelak terpilih, menonaktifkan “fungsi pilot otomatis” dan mengarahkan negara ini ke keadaan yang “tidak asal mendarat”, melainkan tujuan yang diinginkan bersama?

Ini mengingatkan pada era MotoGP. Marc Marquez yang saat ini memuncaki klasemen sementara begitu dimanja dengan peranti elektronik. Ini jauh sangat berbeda bila dibandingkan dengan mbah-mbah dan pakdhe-pakdhenya, katakanlah, Mick Doohan dan Valentino Rossi. Kala itu, kemampuan dan keterampilan menunggang dan mengendalikan motor paling menentukan dalam keberhasilan seorang pembalap menaklukkan mesin buas sebuah motor MotoGP. Alasan terlalu banyak peranti elektronik yang turut campur dalam kontrol sebuah motor pula yang mendorong Casey Stoner untuk pensiun di puncak keemasannya.

Mudah-mudahan saja Jokowi dan Jusuf Kalla ini penggemar Mick Doohan atau Valentino Rossi. Seoleng apa pun motornya saking besar tenaganya, mereka masih mampu mengendalikannya, juga dengan aksi yang menghibur dan memukau.

Advertisements