Atletico Madrid Memang Tidak Layak Menang

Kota Madrid masih berpesta. Adalah Real Madrid yang jadi biangnya. Itu terjadi setelah mereka memastikan kemenangan penting atas tim sekota, Atletico Madrid di final Liga Champions. Laga yang dihelat di Stadion Da Luz itu berlangsung dramatis. Menjuarai Liga Champions saja sudah begitu membanggakan. Ditambah lagi ini merupakan La Decima bagi Real Madrid. Lengkap sudah pesta seminggu penuh *sayang OM Monata atau Sagita tidak diundang :mrgreen:

Padahal sampai waktu normal berakhir, Real Madrid masih tertinggal satu gol dan pendukung Atletico Madrid sudah bersiap merayakan gelar prestisius ini. Tapi, mungkin sundulan Sergio Ramos adalah cara ampuh untuk menghukum Atletico Madrid. Mungkin mendiang Rinus Michels yang ngetop karena menelurkan sepakbola indah Total Football turut berperan — entahlah — tapi melihat gaya main tim asuhan Diego Simeone rasanya kalo mereka juara, mereka melakukannya dengan cara yang buruk sekali.

Memang saya menonton final di Da Luz ini di babak kedua, saat Atleti sudah unggul satu gol. Tapi babak kedua layak dijadikan ukuran menilai bagaimana Atleti bermain: parkir bus. Semua pemain menumpuk di lapangan sendiri. Mereka seperti merelakan diri ditekan terus-menerus. Sama sekali tidak ada inisiatif untuk sekadar melakukan serangan balik. Sekalinya bermain ofensif, malah berbuat pelanggaran yang menghadiahi diri mereka dengan kartu kuning. Hal negatif lainnya adalah kebergantungan yang sangat pada Diego Costa. Terlihat sepertinya tanpa ada Diego Costa di lapangan, para pemain seperti pemusik yang bermain sendiri-sendiri tanpa arahan konduktor.

Jadi andai Diego Simeone dan tim asuhannya yang mengangkat si kuping lebar, publik hanya diberi hikmah bahwa sepakbola negatif itu wajar-wajar saja. Mereka tidak dapat menangkap pesan bahwa kerja keras sampai peluit panjang dibunyikan itu wajib. Untungnya, penggemar sepakbola yang netral sekalipun disuguhi perjuangan yang tiada henti dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan dan permainan yang indah.

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4
This entry was posted in Transisi. Bookmark the permalink.

6 Responses to Atletico Madrid Memang Tidak Layak Menang

  1. KenunK says:

    Masih merinding klw lihat gol2nya..
    Hasta El Final.. #VamosReal #HalaMadrid 😀

  2. Ligga7n says:

    Kalo sy melihatnya dari perspektif manajemen keuangan. Atletico adlh klub dgn perkembangan prestasi terbaik (saat ini) di Eropa, tapi punya manajemen TERBURUK. Utang segunung, nunggak pajak, tanpa ada itikad utk membayar, malah nambah utang.

    Lebih parah lagi, hanya ENAM dari 25-an pemain yg kontraknya murni dimiliki oleh Atletico, sisanya dimiliki bersama dgn pihak ketiga (agen atau sponsor). Hal ini dilakukan utk menghindari pajak, karena pajak (dan sebagian gaji) pemain dibayarkan oleh pihak ketiga.

    Real Madrid & Barca yg belanja pemainnya terbilang boros pun kalah banyak utang & tunggakan pajaknya dari Atletico.

    Kalo Atletico sampai juara UCL kemarin, akan jd ‘pelajaran’ buruk buat klub2 lain: Ah, Atletico yg nunggak pajak+utang banyak aja bisa tuh jd juara UCL. Nah lho :mrgreen:

  3. Pingback: Prediksi Drawing Perempat Final Liga Champions Eropa 2014/2015 | ArDa

  4. Pingback: Prediksi Drawing Perempat Final Liga Champions Eropa 2014/2015 | ARIF DADOT

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s