Merujuk Pada GP F1 Di Belgia 2008, Marc Marquez Harusnya Kena Penalti 25 Detik

Dalam satu kesempatan, Marc Marquez punya kesempatan untuk menyalip Valentino Rossi sekaligus ganti memimpin balapan Catalunya. Menerapkan teknik ngerem telat (late braking), Marquez terlihat berhasil memepet Rossi sebelum akhirnya ia menyadari tidak cukup ruang untuk melajukan mobilnya karena keburu berada di tikungan. Jika harus mengerem sambil menikung, kemungkinan terbesarnya adalah ia meluncur deras dan pasti menabrak Rossi. Sebagai gantinya, Marquez lebih memilih menggunakan chicane – kawasan bebas dan aman untuk dilintasi di sirkuit tapi tidak termasuk jalur balapan.

Sampai saat ini, saya belum berhasil mendapatkan rekaman ulangnya. Tapi, mereka yang tekun menyimak dari awal sampai selesai pasti mengetahui bagian mana yang dimaksud. Setelah memotong via chicane, Marquez yang saat itu berusaha mempertahankan posisi kedua kembali ke lintasan dengan Dani Pedrosa tepat di belakangnya keluar dari tikungan dengan kecepatan penuh. Dalam situasi semacam ini, Marquez seharusnya tidak boleh nyelonong begitu saja mengingat jaraknya dengan Dani Pedrosa tidak begitu jauh. Marquez harus merelakan disalip Pedrosa baru kemudian kembali ke lintasannya. Ini karena jarak pembalap posisi 4 yaitu Jorge Lorenzo cukup jauh sehingga tidak berpotensi terjadi benturan atau tabrakan.

Kasus yang melibatkan Marquez dan Pedorsa itu mirip dengan duel pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen dan McLaren Mercedes waktu itu, Lewis Hamilton, di Grand Prix Belgia di sirkuit Spa-Francorchamps tahun 2008. Coba simak video berikut ini.

Situasinya hampir mirip bukan?

Hamilton menang dalam grand prix tersebut namun belakangan dihadiahi penalti 25 detik sehingga melorot ke posisi tiga akibat manuver yang dianggap berbahaya oleh pengawas lomba (sumber).

19 comments on “Merujuk Pada GP F1 Di Belgia 2008, Marc Marquez Harusnya Kena Penalti 25 Detik

  1. loh, kemarin kan emang MM ngasih jalan ke DP, Om. tapi beberapa tikungan kemudian disalip lagi sama si MM.

  2. wkwkwkwkwk…. kan MM udah ngasih jalan ke DP… udah gitu yaa disalip lagi… pasti nontonnya bolak balik channel ama debat yah… ahihihii…

  3. jika MM bgtu wajarlah harusnya dapet…, tp klo yg laen gpplah, lha wong y gak isa menang2….heeheeee

  4. jangankan penalti 25 detik di black flag aja MM bisa aja ko. tinggal ngadu aja ke dorna. dan sayangnya MM sudah paham akan hal ini. dia sudah belajar dari tahun kemarin. makanya diawal-awal seri MM begitu ngotot mendulang poin maksimal. supaya bila nanti ada yg ngerengek-rengek MM minta di DIS. MM sudah punya poin aman. IMHO

  5. hayoooo yang bikin artikel gak lihat racenya secara teliti… tapi lumayan bisa ngehitin postingan kayaknya

  6. Pingback: Kompilasi Blog yang bahas MotoGP Catalunya 2014 | Mercon Motor™

  7. wkwkw si DP dan VR yg terlibat langsung serta race director yg lebih ngerti aturan aja ga mempermasalahkan, koq malah situ yg rewel dan ribut ngurusin hal beginian….pasti ga menyimak dengan lengkap aturan.
    Ini MotoGP bukan F1 bung…aturannya tidak semuanya sama.

    (Imho) selama rider yg melakukan shortcut ataupun menyalip selama bendera kuning berkibar, TIDAK mengambil keuntungan dari kesalahannya tersebut (misalnya dengan MEMBIARKAN rider 1 posisi dibelakangnya untuk menyalip), si rider pelaku tidak akan dikenakan hukuman.

    sori-sori klo agak nyolot dikit 😉

  8. yg salah sirkuit nya.. knp gak gravel ato ladang ranjau aja disitu.. wkwkwk.
    tp HRC+MM memang jos, HRC+DP kurang.. harusnya DP tampil all out krn ini musim terakhirnya di motoGP, klo perlu sundul aja MM, klo liat video nya kmrn sih DP ga perlu ngerem biarin aja nyundul MM wkwkwkwk..

  9. Pingback: Podium Terbaik Tidak Menjamin Rio Haryanto Jadi Sensasi Di Negeri Sendiri | Arif Dadot

  10. Pingback: Kemenangan Marquez penuh barokah di Misano dan pelajaran penting untuk FBY | ARIF DADOT

Comments are closed.