Gol Julian Green Calon Gol Terbaik

Juergen Klinsmann dan tim asuhannya harus mengubur impian mereka. Keputusan menunda kepulangan timnas AS karena yakin sejarah 2002 bakal diulang nyatanya dirusak oleh dua gol yang dilesakkan Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku. Sempat menumbuhkan harapan timnas AS, nyatanya aksi Julian Green tidak diikuti kompatriotnya untuk mencetak gol penyama. Timnas AS harus benar-benar mencari tiket pulang setelah dipaksa mengakui keunggulan Belgia dengan skor 1-2. Sejarah 2002 masih kokoh tak tersentuh, namun rekor baru berpeluang diciptakan laskar timnas AS.

Memang Tim Howard diakui bikin rekor penyelamatan. Namun, ini tentang Julian Green yang golnya berpotensi menjadi gol terbaik piala dunia, bersaing dengan gol terbang Van Persie dan tendangan menghujam Tim Cahill. Alasan berikut dapat menjelaskan mengapa gol Julian Green layak jadi gol terbaik.

  1. Pemain cadangan. Julian Green adalah pemain cadangan yang dimasukkan saat babak perpanjangan berlangsung. Dan jika Romelu Lukaku atau Divock Origi diajukan untuk membantah alasan ini, Green melakukannya sesaat setelah baru saja menyentuh bola.
  2. Masih muda. Okay, pemain — reguler atau cadangan — bisa saja cetak gol, tapi Green masih sangat muda untuk situasi piala dunia, 18 tahun. Praktis, ia masih belum berpengalaman seperti namanya. Jadi mencetak gol dengan keadaannya seperti itu tentu sangat spesial.
  3. Babak penyisihan. Tekanannya jauh lebih besar. Kalah berarti tak ada kesempatan kedua, atau ketiga. Dengan situasi seperti itu, wajar kalau energi benar-benar terkuras dan kerap tampil gugup. Jadi, mencetak gol seperti Green sangat mengagumkan.

Anda setuju? 😉

Advertisements