Tak Perlu Tunggu 22 Juli, Senin 14 Juli Kita Sudah Punya Presiden Baru

Heboh quick count akhirnya sukses menggusur pemberitaan Piala Dunia. Kita yang tadinya dipenuhi dengan tangis haru-biru timnas Brasil berikut para pendukungnya belakangan ini dipenuhi dengan berita perang quick count. Bahkan demam quick count ini telah sampai ke Sachsenring juga. Luar biasa. Namun berbeda dengan himbauan KPU agar menunggu pengumuman resmi tanggal 22 Juli nanti, kepastian presiden baru kini ada ekstraknya dapat ditetapkan lebih cepat tanggal 14 Juli Senin lusa. Bagaimana bisa?

Final Piala Dunia 2014 yang dihelat tanggal 14 Juli nanti (waktu Indonesia) mempertemukan Argentina dan Jerman. Sementara inisial ‘J’ sudah menyiratkan di kubu mana Joko Widodo bakal ditempatkan, mengapa Prabowo Subianto harus diwakili Argentina yang inisial keduanya jelas berbeda, tidak seperti Prancis misalnya? 😉

Ini karena Diego Armando Maradona yang memberikan kabar berita yang sudah lama dinanti-nanti dukungan untuk Prabowo via rekaman video.

Rasanya ini bakal jadi solusi yang adil. Quick Count, meskipun ada yang bersikukuh metodologi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan, tetap diragukan. Sementara itu, anjuran agar menunggu pengumuman resmi KPU tanggal 22 Juli itu diacuhkan dengan kekhawatiran surat suara yang masuk akan dimanipulasi atau direkayasa sedemikian rupa.

Jadi, serahkan presiden kita yang baru pada hasil pertandingan Jerman vs Argentina, ketimbang ribut-ribut tiada akhir, karena ini sangat obyektif. Tiap pemain ingin memenangi piala dunia, pastinya tidak mau mengalah satu sama lain. Bandar-bandar judi pun tak kuasa mengontrol hasil pertandingan ini karena alasan pertama tadi.

Selamat deg-deg an.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.