Naik-Turun AHM

AHM adalah pabrikan R2 terbesar di Indonesia. Dengan semua kelebihan modal dan keunggulan infrastruktur, mereka harusnya cukup bersantai, istilahnya ongkang-ongkang kaki, dan menunggu produknya laris-manis. Tapi dasarnya watak kompetitif, mereka ingin terus selalu di puncak meninggalkan pesaingnya.

Mungkin karena terusik dengan aksi potong harga 10 juta yang dilakukan Suzuki pada produk flagshipnya, Inazuma, hingga ludes terjual di PRJ 2014, AHM pun melakukan hal yang sama dengan diskon hampir 20 juta. Tepatnya 14 juta, AHM melakukan pemangkasan harga pada CBR150R asli impor dari Thailand.

Namun, ketika publik heboh dengan aksi turunnya, publik mungkin tidak tahu — atau diam saja — dengan aksi pelonjakan harga produknya yang lain. Yang paling kasat mata adalah produk matiknya, sudah melampaui batas psikologis.

Beli skutik pasaran di atas harga psikologis 17 juta rasanya bukan pilihan bijak. Apalagi rentang harga tersebut sudah melampaui harga motorsport termurah tapi tenaganya lebih baik. Benar kata om Kobay, bahwa Vario 125 perlu juga dipermak, selain untuk mengimbangi Vario 150 yang tak lama lagi akan diluncurkan, juga untuk meyakinkan calon konsumen bahwa membeli skutik 125cc seharga motorsport 150cc tidak hanya beli merek atau jargon-jargon pemanis semata.

Pantas rasanya kalo Vario 125 kelak diberi headlamp LED dan alarm seperti di Vario 110 FI.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.