Advertisements

Bahasa Jawa dan Sunda Terus Berselisih

Soal “atos”, orang Jawa dan Sunda tidak akan kompak dan selalu berselisih. Orang Jawa mengaku “atos” karena batu yang harus dipecahkan begitu “keras”, sementara orang Sunda beranggapan “atos” berarti (tugas memecah batu) sudah selesai, tuntas, paripurna.

Belum “atos” eh keras eh selesai perselisihan tentang atos, kini hadir satu lagi kata yang dapat memicu ketegangan — atau humor jika disikapi penuh canda — antara orang Jawa dan Sunda.

Punten

Punten

  Orang Sunda jika ingin meminta izin, entah akan masuk atau menyela, maka “punten” yang diucapkan. Tapi apa jadinya jika kita bilang “punten” pada orang Jawa, utamanya Jawa Timur kulonan?

Punten

Punten

Punten ternyata adalah panganan atau mungkin sekadar camilan yang disajikan kala bersantai bersama rekan-rekan sambil ngobrol ngalor-ngidul. Krambil itu (parutan) kelapa.

Kalau sudah begini kapan ada rekonsiliasi antara bahasa Jawa dan Sunda? :mrgreen:

Matur nuwun kagem dulur2 Jatimotoblog untuk wawasan kulinernya di grup WhatsApp 🙂

*Punten* posting gambarnya 😆

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

4 responses to “Bahasa Jawa dan Sunda Terus Berselisih”

  1. fncounter says :

    Nyimak

  2. Kobayogas says :

    cokot = ambil
    cokot = gigit

    wkwkwkwk

  3. Petruk says :

    orang sunda & betawi ga mau dibilang orang jawa, apa beda pulau ya? 😀

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s