Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Rasa

Meskipun nama lengkap negara ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam hal distribusi bahan bakar minyak rasanya tidak ada kemerataan. Sementara kita di sebagian besar pulau Jawa menikmati premium dengan harga sesuai keputusan pemerintah, mereka yang ada di sebagian wilayah Indonesia Timur harus bersusah payah memperoleh BBM. Kalau tidak mengantre berjam-jam yang akhirnya tidak kebagian, premium harus ditebus dengan harga berlipat-lipat dari harga SPBU. Namun mencermati perkembangan terkini, situasi di Indonesia Timur tampaknya mulai melanda kita di pulau Jawa ini.

Detikcom melaporkan bahwa antrean mengular untuk mengisi premium tampak di beberapa SPBU di pantura. Di Cirebon, pengendara sampai harus mengantre untuk membeli pertamax. Selain pengendara, antrean jerigen turut mewarnai SPBU di Indramayu. Situasi tidak menyenangkan tersebut membuat warga merasa lebih baik subsidi BBM dicabut ketimbang mengantre berjam-jam.

Maka, semua warga negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke kini telah “bicara” dalam satu bahasa. Bukan bahasa Indonesia, namun kali ini kita membicarakan bahan bakar minyak, mulai dari solar sampai premium yang mulai mengalami kelangkaan. Kalau di Indonesia Timur, saudara-saudara sebangsa setanah air kita sudah terbiasa dengan BBM yang langka sehingga harga ecerannya begitu mencekik kantung, kita di pulau Jawa yang sebelumnya terbiasa dengan pasokan BBM yang aman (harus) mulai terbiasa merasakan hal yang sama. Situasi ini mungkin akan terus berlangsung sampai subsidi benar-benar dicabut dari BBM jenis premium.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

4 thoughts on “Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Rasa

  1. Berbagitips

    sama gan jangankan di pulau jawa ….. hampir di seluruh indonesia budaya antri BBM sudah tidak asing lagi kita lihat ….. 🙂

Comments are closed.