Belajar Dari Valentino Rossi, Pak Jokowi, Pas Di Bagian “Gabung Dengan Yamaha”, Jangan Bab “Pindah Ke Ducati”

Dalam hidup ini apa saja bisa dihubungkan-hubungkan. Kalau perkara serius saja sering kena permak utakatikgatuk aka ilmu cocoklogi, apalagi tulisan yang sekadar menghiasi blog agar terlihat ada postingan baru tiap hari, jadi tidak diturunkan dari agregator #eeehhhh :mrgreen: Lagipula tidak ada salahnya belajar dari sosok terkenal nan inspiratif macam Valentino Rossi, meskipun kita juga punya Michael Schumacher untuk disodorkan pada pak Jokowi yang baru saja ditahbiskan sebagai presiden baru NKRI.

1 Valentino Rossi

1 Valentino Rossi

Rossi, atau sering dilambangkan dengan VR46, punya segudang cerita yang dapat dibagikan untuk jadi inspirasi. Tapi hanya dua momen penting dalam karir balapnya yang mendasari tulisan kali ini. Pertama saat pindah ke Yamaha setelah sebelumnya ada di Honda. Ini ibarat tinggal di rumah sendiri lalu pindah ke kontrakan pengap. Motor hebat, prestasi gemilang, dukungan penuh pabrikan adalah hal-hal yang Rossi nikmati di tim Honda (Nastro Azzurro dan Repsol). Apakah Rossi sekadar menikmati warisan Mick Doohan atau ia turut dalam pengembangan motor yang berlangsung mudah, rasanya tak ada alasan lagi untuk pindah tim dalam situasi mapan seperti itu. Nyatanya, Rossi malah pindah ke “kontrakan bobrok yang atapnya sudah bocor di mana-mana seperti kapal pecah” bernama Yamaha.

2 Valentino Rossi

Saat itu, YZF-M1 adalah motor pecundang. Paling lemot, paling menyedihkan hingga Rossi datang, mengelus, dan mengecupnya. Kepindahan Rossi tahun 2004 ke Yamaha (saat itu Yamaha Gauloises) seperti perjudian besar namun ternyata terbukti belakangan ia adalah Raja Midas yang tangannya sanggup mengubah apa pun jadi emas. YZF-M1 pun terkena tuah magis Rossi. YZF-M1 menjelma jadi motor kencang yang menggentarkan siapa pun sebagai pesaing Yamaha di MotoGP.

3 Valentino Rossi

Lembaran baru kembali dibuka Rossi kala secara mengejutkan mengumumkan kepindahan ke tim Ducati. Mungkin terpengaruh dengan harapan All Italian Team atau sekadar membuktikan tantangan banyak pihak bahwa ia dapat menaklukkan berbagai motor, Rossi menempuh risiko ini. Disebut berisiko karena Desmosedici sebenarnya bukan motor yang mudah dikendarai dan baru Casey Stoner yang mampu menjinakkannya — mungkin juga Rossi terdorong menghentikan puja-puji pada Stoner bahwa ia juga mampu melakukan hal serupa, bahkan lebih. Sayangnya, meskipun sudah dibantu mekanik terbaik di dunia, Jerry Burgess yang sesumbarnya mengatakan bahwa ia mampu mengubah Desmosedici hanya dalam 80 detik, Rossi tetap gagal di pabrikan Bologna dan periode ini merupakan bagian paling kelam dalam karir balapnya.

4 Valentino Rossi

4 Valentino Rossi

 Jadi, inspirasi sudah tersaji, Pak Jokowi. Situasi sekarang yang bakal njenengan tangani sungguh mirip dengan YZF-M1 persis sebelum kedatangan Rossi. Masalah di sana-sini, tak ada rasa percaya diri di kalangan para mekaniknya, dan pesimistis melingkupi garasi tim adalah suasana yang belakangan disingkirkan Rossi dengan prestasi ajaibnya. Miriplah dengan situasi sekarang di mana BBM sekarang mulai dibatasi karena subsidinya membebani anggaran negara.

sumber gambar:

  1. mirror
  2. turkiyef1
  3. vr46
  4. motoracefeed

Advertisements

16 comments on “Belajar Dari Valentino Rossi, Pak Jokowi, Pas Di Bagian “Gabung Dengan Yamaha”, Jangan Bab “Pindah Ke Ducati”

  1. Pingback: Gagal Rontokkan Ninja 250R, Suntik Mati Euthanasia Sudah Menanti R25 Demi NMax | ArDa

  2. Pingback: Tak Ada Dominasi, Apalagi Monopoli. Ini Hanya Kerja Keras – Ketekunan – Keuletan #RespekMercedes #RespekAHM | ArDa

  3. Pingback: Kemenangan Marquez penuh barokah di Misano dan pelajaran penting untuk FBY | ARIF DADOT

  4. Pingback: Kata Lorenzo, Semangka kulitnya hijau apa isinya pasti hijau juga? | ARIF DADOT

  5. Pingback: Masih bahas blogger barat dan timur? MoveOnDong, ada yang lebih seru #SepangClash | ArDa New[s]Blog

  6. Pingback: Kamu pesimistis kans Rossi di Valencia? Baca ini dulu tentang Lorenzo agar semangat lagi dukung the doctor | ArDa New[s]Blog

  7. Pingback: Mulai Hari Ini, Semua Orang Cinta Pak Jokowi; Iya Kamu Juga! | ARIFDADOT.COM

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s