Advertisements

Mengapa Bukan Bayern Muenchen Yang Disorot Untuk Diapresiasi?

Sedikit melenceng dari euforia blogosphere yang sedang kecanduan motor global rakitan lokal CBR150R, tulisan kali ini berkisah tentang kehebohan yang terjadi di sesi foto klub terkenal dari tanah Bavaria raksasa Bundesliga, Bayern Muenchen. Seperti yang disiarkan Dakwatuna dalam situsnya, tiga pemain Bayern Muenchen terpotret tidak memegang botol bir, masing-masing adalah Franck Ribbery, Xerdan Shaqiri, dan pemain baru Mehdi Benatia. Sontak saja berita ini memantik kehebohan publik yang semuanya memuji ketiga pemain karena konsisten dengan prinsip yang dianutnya.

Bayern Muenchen

Bayern Muenchen

Namun, saya melihat ketidakadilan ini. Tanpa bermaksud anti-mainstream dan mengurangi penghargaan pada ketiga pemain muslim tersebut, kita yang tidak mengapresiasi klub Bayern Muenchen telah berlaku tidak adil pada raksasa Bundesliga ini. Mengapa demikian? Tiga pemain itu hebat, tapi klub pemilik jauh lebih hebat karena memberikan TOLERANSI yang maksimal.

Kita tahu Bayern Muenchen yang berasal dari komunitas mayoritas non-muslim pasti dapat melakukan apa pun jika ada pembangkangan. Kejadian yang terpotret dalam foto tersebut tidak dikecualikan. Apalagi ini terjadi saat sesi resmi pemotretan dengan salah satu sponsor besarnya. Mudah saja bagi tim Bavaria ini untuk mendepak ketiganya. Toh mereka masih punya pemain pengganti, atau membeli pemain baru — entah di transfer musim panas lalu atau nanti di musim dingin. Tapi nyatanya yang terjadi adalah toleransi tinggi yang justru ditampakkan Bayern Muenchen.

Jadi, mari kita apresiasi pihak non-muslim yang memberikan keleluasaan pada para pemain muslim menjalankan dan menampakkan keyakinannya.

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

8 responses to “Mengapa Bukan Bayern Muenchen Yang Disorot Untuk Diapresiasi?”

  1. Mase says :

    standing applause

  2. anton nugroho says :

    Dakwah tanpa kekerasan. Hallo FPI?

  3. gismaliggan says :

    Anton Nugroho: FPI itu tidak melulu melakukan kekerasan Om, kekerasan pun dilakukan HANYA di tempat” MAKSIAT yg ngeyel (atau yg setorannya kurang pada oknum).
    Banyak kegiatan FPI seperti sunatan massal, donor darah, pengobatan, dll yg tidak diliput media. Yg diliput selalu aktivitas penggerebekan+perusakan tempat” MAKSIAT.

    Mari kita gunakan sudut pandang lain dlm menyikapi masalah, CMIIW

  4. arif dadot says :

    The most affordable english-indonesian translator

    Arif Rakhman Professional English-Indonesian Translator Contact: WhatsApp 082143168889 BBM 553AA755 E-Mail arifnrakhman@gmail.com

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s