Tak Perlu Merasa Bersalah, Tak Ada Pertanggungjawaban

Sudah empat hari blog ini tidak menyuguhkan tulisan baru. Kesibukan yang mendera tiada henti dapat dijadikan alasan mengapa blog sendiri jadi terlantar, namun tidak perlu diurus negara sesuai pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Terkadang, sekadar tidak ada ide pun bisa bikin blog ini tidak pernah ditengok sama sekali. Tapi di atas itu, karena cara blog ini dikelola yang membuat sering tak ada tulisan yang baru hingga berhari-hari.

Blog ini dibuat sekadar untuk menampung uneg-uneg. Jadi kalau tidak ada tulisan baru, mungkin pikiran saya sedang plong 😆 Blog tidak dibuat sebagai bentuk komitmen pada satu entitas atau badan. Dengan kata lain, tidak ada pertanggungjawaban apa pun pada pihak siapa pun. Keinginan tulis muncul begitu saja, sekenanya. Tidak seperti surat kabar harian yang dilanggani masyarakat sehingga kalau sehari saja tidak terbit pasti masyarakat protes karena mereka sudah bayar, “pelanggan” blog ini tidak dikenakan biaya. Mereka juga tidak dipaksa untuk mengetahui blog ini di forum-forum publik yang sebenarnya tidak khusus ditujukan untuk maksud tersebut. Jika mereka mengetahui ada tulisan baru di blog ini, itu karena mereka berteman dengan saya di media sosial. Dengan cara demikian blog ini dikelola,

Meskipun bebas dari rasa bersalah dan mungkin juga protes dari mereka yang berlangganan blog ini, tetap saja ada kekurangan mengelola blog “semau gue” seperti ini. Orang tidak tahu apa yang saya pikirkan. Mungkin saja sebagian mereka yang membaca tulisan ini dapat terinspirasi. Siapa tahu ‘kan?

Terakhir, blog ini mungkin dapat disamakan dengan masjid yang berada di jalan antar kota. Masjid semacam ini mungkin tidak rutin dikunjungi. Masjid ini ramai hanya oleh mereka yang kebetulan melintas dalam perjalanan jauh. Juga, belum tentu mereka hendak menunaikan shalat. Mungkin saja sekadar memenuhi panggilan alam dari area sekitar pinggang mereka, siapa tahu? Namun pastinya keberadaan masjid ini sudah cukup berguna bagi orang-orang semacam itu.

Advertisements

One comment on “Tak Perlu Merasa Bersalah, Tak Ada Pertanggungjawaban

Comments are closed.