Sehari Di Gresik: Pelabuhan

Tulisan ini sebenarnya mengandung konten lama. Gambar-gambar yang ditampilkan di sini adalah hasil kopdar berkala Jatimotoblog yang telah dihelat di Gresik selepas pemilu legislatif yang dilaksanakan bulan April silam. Selain untuk memperkaya konten blog ini, jepretan kamera tersebut perlu diabadikan di kala kartu memori perlu dilegakan karena ponsel dengan memori internal 128GB belum tersedia.

Kami berada di pelabuhan di waktu pagi. Sebenarnya ini cukup terlambat mengingat harusnya kami berada setidaknya seusai subuh. Tapi berhubung banyak yang kelelahan seusai menempuh perjalanan sore hari sebelumnya, semua rekan baru berkumpul ketika fajar sudah memudar.

IMG20140518060808

Pelabuhan yang kami kunjungi ini kalau tidak salah milik P.T. Semen Gresik. Namun kapal-kapal tradisional diperkenankan berlabuh di sini. Mereka biasanya berlayar ke Pulau Bawean atau Pulau Madura.

IMG20140518054132

Ada juga perahu yang dapat disewa untuk sekadar merasakan “berjalan di atas air”. Ini karena rutenya tidak jauh, di sekitar kawasan yang dibatasi oleh dermaga.

IMG20140518054555

Sayangnya, pelabuhan ini setali tiga uang seperti kebanyakan pelabuhan komersial di Indonesia. Lingkungan perairannya sungguh memprihatinkan di mana sampah dibuang semaunya begitu saja.

IMG20140518061546

Seandainya airnya bening dan bersih, pasti di balik permukaan air itu tersembul ikan-ikan yang berenang gesit ke sana ke mari. Atau, dapat kita temui pemancing yang dengan santainya menunggui joran pancingnya.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.