Andai Ada Pecel Sore Di Malang Seperti Di Malioboro

Tulisan ini sebenarnya bertemakan dibuang sayang. Ingin melegakan memori ponsel tapi dilihat ada foto yang bikin terkenang, lebih baik abadikan saja di sini. Jadi ceritanya tepat 17 Agustus lalu, saya transit di Jogja karena kereta api langsung dari Pasar Senen ke Malang habis. Nanti dari Tugu baru lanjut ke Malang dengan Malioboro Ekspres. Malioboro dan Beringharjo jadi tujuan utama karena dekat dengan Tugu dan capek seusai putar-putar, makanan yang dijajakan pun jadi sasaran untuk mengisi perut. Sampai kemudian mata tertumbuk pada kuliner ini. 

IMG20140817165435

Kalau pagi ada sajian lalapan rebus disiram bumbu kacang yang seluruhnya disebut sebagai pecel sungguh sangat wajar. Tapi ini sore hari, pukul 16.30, waktu yang konon tak lazim untuk menikmati kuliner pecel. Toh kuliner tetap dihidangkan di seputaran Malioboro. Rasanya di lidah saya pun tak jauh beda jika menikmatinya di waktu pagi.

Advertisements

4 comments on “Andai Ada Pecel Sore Di Malang Seperti Di Malioboro

  1. Pingback: Yogyakarta, nagari nan unik karena super paradoks | ARIF DADOT

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s