Advertisements

Tol Laut Sudah Lama Ada Jauh Sebelum Joko Widodo Jadi Walikota Solo, Masih Percaya Ini Terobosan?

Salah satu umbaran yang gencar disuarakan Joko Widodo dalam pemilihan presiden silam adalah tol laut. Dibayangkan seperti tol pada umumnya, solusi ini yang ditawarkan untuk mengurangi ketertinggalan daerah tertentu dibandingkan daerah lain sontak saja menuai tertawaan. Mereka yang menertawakannya membayangkan berapa gelontoran Rupiah yang diperlukan untuk menyambung Sabang sampai Merauke yang jaraknya lebih panjang dari London ke Teheran dengan jalan tol. Setelah diluruskan dan publik yang menertawakan itu menyadari kecerobohannya dalam memahami, tetap saja konsep tol laut ini bukan sesuatu hal yang baru. Dengan kata lain, ini bukan sebuah terobosan. Tidak percaya? Simak terus tulisan ini šŸ˜‰

TahunbarualaPelni-PestatopengdiKMLambelu_4752

Jauh sebelum Joko Widodo yang kini adalah presiden Republik Indonesia terpilih sebagai walikota Solo, tol laut sudah lama berseliweran, menghubungkan kota-kota terpencil di pelosok Indonesia ketika maskapai penerbangan masih didominasi Garuda, Merpati, dan Sempati (bukan SimpatiĀ lho). Ini tidak membahas tentang angkutan tradisional di pedalaman Kalimantan yang mengarungi sungai Mahakam, Barito, dan Kapuas ke daerah hulu. Ini tentang kapal-kapal berbendera PELNI yang lazim dikenal sebagaiĀ kapal putihĀ di kalangan warga Papua dan Indonesia Timur pada umumnya. Kapal putih begitu populer mampu mengangkut hingga 3000 penumpang sekali jalan karena selain tiketnya yang terjangkau, penerbangan murah seperti saat ini belum tersedia.

pelni-9

Kini, setelah negara api menyerang maskapai penerbangan murah merajalela, kapal-kapal putih milik PT PELNI seolah teronggok begitu saja tak terpakai. Meskipun fakta sebenarnya kapal-kapal tersebut masih aktif mengangkut penumpang, tingkat isiannya rasanya tidak seperti dulu lagi. Mungkin di sinilah bapak presiden kita bisa langsung menerapkan idenya soal tol laut. Kapal-kapal putih yang melompong itu dapat dimodifikasi untuk sebagai gantinya mengangkut barang kebutuhan selain penumpang agar tingkat isiannya kembali maksimal. Ini sepertinya lebih efisien ketimbang harus menunggu datangnya kapal-kapal berukuran ekstra besar (mother vessel) yang kalau itu lebih disukai, cenderung pro-NATO (No Action Talk Only — seperti saya šŸ˜† ). Berdayakan saja yang ada dulu, baru kalau kebutuhan mendatang mengharuskan kapal lebih besar, barulah perlahan-lahan ditingkatkan.

nggapulu

Lagipula, PT PELNI sebagai salah satu BUMN akan mendapatkan keuntungan tambahan, mungkin daya saingnya meningkat untuk berkompetisi dengan sesama BUMN lainnya dan kapal-kapalnya tidak hanya mengangkutĀ cap tikusĀ yang terkenal di Indonesia Timur itu.

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

7 responses to “Tol Laut Sudah Lama Ada Jauh Sebelum Joko Widodo Jadi Walikota Solo, Masih Percaya Ini Terobosan?”

  1. mas huda says :

    Saya belum paham konsep sea tol nya pak jokowi

    Like

  2. lexyleksono says :

    Kalau yang saya pahami konsep tol laut adalah memberdayakan pelabuhan-pelabuhan di pulau2 di Indonesia dengan memperbesar kapasitas sandar dan bongkar muat barang. Saat ini banyak pelabuhan yang tidak mampu menampung kapal besar dan kapasitasnya terbatas. Kemudian menambah jumlah kapal-kapal angkut barang dengan kapasitas besar. Kapal-kapal ini nantinya yang akan difungsikan mengangkut barang2 dalam jumlah besar ke daerah-daerah, yang selama ini sulit dijagkau kapal2 besar. Dengan demikian biaya angkut barang (melaui laut maupun darat) bisa diminimalisir. Yang akan dilakukan termasuk memberdayakan galangan2 kapal, dengan memberi insentif pembebasan bea masuk dan PPN, sehingga galangan kapal akan hidup mebuat kapal-kapal dengan biaya yg lebih rendah. Kita lihat saja pelaksanaannya ke depan bagaimana. Saya pribadi menghargai program ini supaya industri kapal anak bangsa bangkit, dan impian nenek moyang sebagai bangsa pelaut jadi terwujud. That’s my understanding, I may be wrong.

    Like

  3. moncerr says :

    Sama halnya dengan Kartu Indonesia Sehat, apa bedanya dengan BPJS yg udah berjalan? Atau Kartu Indonesia Pintar vs Wajib Belajar, apa bedanya?

    Liked by 1 person

  4. Redribbon Army says :

    yang saya tahu sebagai orang awam yooh

    wajib belajar itu saat ini hanya menjadi wacana… sedangkan kartu indonesia pintar itu jalannya untuk mewujudkan wajib belajar

    kalo BPJS itu gambarannya kaya saya pribadi yang punya BPJS namun jua memiliki kartu asuransi magna sehat dari perusahaan yang fungsinya menjamin rawat inap… trus lha kenapa ada magna sehat lha wong udah ada bpjs? simplenya yo ngapain mikir mumet mumet lha wong dikasi gratis kok.. pokoknya yg jelas ada hal yang bisa di cover bpjs dan ada yang engga bisa… yang ga bisa itu urusanya magna sehat… anggeplah magna sehat itu seperti kartu indonesia sehat… gampang to

    Like

  5. nzr says :

    masih banyak yang naik kok di kapal pelni, dari nunukan, pare”, balikpapan, sampai ke NTT, terutama para TKI yang libur. oya masih ada kapal swasta macam thalia, queen soya dan cathalia dll.

    Like

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: