Advertisements

Taruhan Yuk, Petugas Ini Bakal Masuk TV Juga Atau Tidak

Baru saja muncul di kronologi saya, foto seseorang yang tampak bersimpuh di hadapan seorang wanita paruh baya. Lelaki itu tampak sedang melakukan sesuatu di kaki sang wanita. Dari keterangan teks yang menyertai gambar, ternyata petugas gerbong khusus perempuan sedang mengobati kaki sang ibu yang terluka saat akan naik.

10730830_10204231767825685_5058315428035765481_n

Maka, di era yang serba individualis dan serba serakah, pemandangan seperti itu niscaya mengundang keanehan. Padahal bagi sang petugas ia mungkin sudah biasa melakukannya di mana saja berada. Kita yang merasa aneh berarti sekarang sudah hilang nilai-nilai yang dipraktikkan petugas itu yang dulu selalu diajarkan di bangku sekolah. Kita menjadi aneh pula karena bagi sebagian orang seragam adalah sarana untuk menambah kuasa dan menuntut penghormatan dari orang lain. Karena itu bagi mereka yang meyakininya, seragam tak mengharuskan kita untuk merendahkan diri dan melayani orang lain. Pak Supriatna, begitu nama petugas itu, mengabaikan itu semua dan menuruti nalurinya sebagai manusia yang sesuai fitrahnya.

Ini cuplikan dialog yang disajikan Priska Devina Handoko sebagai orang yang memajang foto ini. Kredit sekaligus ditujukan pula pada Priska Devina Handoko yang memiliki dan mengunggah foto ini 🙂

“Kenapa, Bu…?”
tanyanya pada seorang ibu
yang baru masuk ke kereta api
di peron khusus perempuan.

“Saya jatuh tadi,” jawab si ibu.

Dari kantong putih dekat pentungannya,
dikeluarkanlah obat Betadine ukuran kecil.

Kemudian,
tak disangka,
ia membungkuk,
lalu jongkok untuk mengobati luka
di kaki penumpang yang baru masuk kereta tersebut.

Saya tercekat.
Buru-buru saya keluarkan hp saya.
Foto sebisa saya moment seperti ini.

Sebuah pemandangan yang jarang dijumpai.

Seorang petugas mau melayani penumpang umum sampai sedemikian.

Namanya: Supriatna.
Sudah hampir lima tahun bekerja.

Salut saya padanya.

Selain mengobati si ibu,
ia juga ringan tangan membantu penumpang yang kewalahan menurunkan barang.

Semoga lebih banyak
petugas yang karakter pelayanannya seperti ini.

Jempol banget buat Pak Supriatna.

(Kereta api Tanah Abang – Serpong,
9 Nov 2014)

Satu hal lagi. Karena pak Supriatna tak sedang menghadap kamera kala dipotret, ia mungkin kehilangan kesempatan untuk terkenal, setidaknya di kalangan para penumpang gerbong perempuan itu. Andai ia pun menoleh pada kamera, belum tentu pula ia akan meraih popularitas sekejap karena mungkin tak seelok paras pemeran Arjuna 😆

HitamPutih mana HitamPutih :mrgreen:

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

7 responses to “Taruhan Yuk, Petugas Ini Bakal Masuk TV Juga Atau Tidak”

  1. Bro Ndes 94 says :

    Hati yang tulus akan dilindungi dari Riya’ oleh Allah SWT.

  2. Kobayogas says :

    ayo kita bantu biar dia juga bisa njengat dan jadi contoh …

  3. discovery says :

    kudu banyak diekspos yg ky gini.. sundul gan..

  4. satu dua says :

    Reblogged this on Yuki Hikaru.

  5. antipolusi says :

    sungguh mulia pak supratna ini…semoga lancar rejekinya…

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s