Mereka Terlihat Lucu Dengan Argumennya Soal Infrastruktur Transportasi

Alasan produksi kendaraan bermotor di Indonesia begitu membanjir adalah karena konon infrastruktur transportasi belum memadai dan masih payah. Seolah seperti memancing di air keruh, para produsen pun turut mengipasi publik agar untuk saat ini lebih baik meminang satu atau beberapa unit kendaraan jualan mereka ketimbang berjejalan di dalam moda transportasi massal seperti ikan pindang. Jangan andalkan transportasi umum kalau infrastrukturnya masih begitu (baca: amburegul a.k.a. amburadul).

13849424361128388537

Layaknya hipnosis massal, hasutan ini begitu cepat menyebar dan hasilnya begitu manjur. Banyak orang enggan menggunakan transportasi massal dan sebaliknya berbondong-bondong menyesaki diler-diler kendaraan mana saja yang dapat mereka jangkau. Selain berjejalan seperti ikan pindang, kondisi jalanan yang tidak begitu bagus kualitasnya menyebabkan menumpang transportasi massal semakin menderita.

infrastruktur buruk jalan berlubang

infrastruktur buruk jalan berlubang

Sementara pendapat di atas tidak begitu saja dipercaya bahwa semua moda transportasi pasti tidak nyaman, ada hal lain yang terlihat aneh menyikapi infrastruktur transportasi yang belum memadai ini. Enggan memilih transportasi massal karena jalanan rusak, tapi turing sana-sini senang sekali dilakukan. Tidak hanya di hari-hari tertentu. Turing bahkan dilakukan hampir tiap hari. Tentunya bukan oleh orang atau entitas yang sama.

Ironis, bukan, ketika transportasi massal enggan dipilih salah satu alasannya karena infrastruktur yang tidak memadai, turing getol dilakukan. Padahal kendaraan yang dipakai bukan sekelas BMW GS1200 yang enteng saja melibas dan melahap berbagai kondisi jalan. Padahal turing sebenarnya lebih tidak nyaman dan berarti lebih membahayakan karena dilakukan dalam kecepatan tinggi dan saat terperosok dalam lubang akibatnya bisa fatal.

Setidaknya, konsisten saja dengan pilihan tidak menggunakan transportasi massal. Maksimal adalah menggunakan kendaraan hanya sekadar di dalam kota yang terkadang kondisi jalannya lebih bagus ketimbang jalanan antar kota, apalagi antar propinsi.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

4 thoughts on “Mereka Terlihat Lucu Dengan Argumennya Soal Infrastruktur Transportasi

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s