Nasib Ibu Di Hari Ibu Di Indonesia

Orang dan masyarakat boleh saja larut dalam euforia merayakan hari ibu di Indonesia. Mereka mengadakan acara atau peringatan heboh ketika semua orang memang merayakannya. Mereka menunjukkan pengistimewaan luar biasa pada ibu, para wanita, dan menjadikannya ratu sehari. Tapi apa itu menunjukkan sikap yang sesungguhnya setiap saat, setiap hari?

Rasanya seperti sebuah omong kosong atau janji di atas kertas melihat perayaan hari ibu seperti ini. Orang hanya bersikap manis dan ramah pada kaum perempuan di satu hari ini saja, 22 Desember, pada hari ibu. Tapi di luar itu sikap penghormatan dan merendahkan diri sama sekali tidak ditampakkan. Sebaliknya kaum ibu dan perempuan masih saja terpinggirkan, jadi korban tindakan kekerasan, dan lebih sering diabaikan dan tidak dihargai.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s