Potensi Perubahan Peta Otomotif Tahun 2015

Di bagian pertama di sini, sekilas dibahas tentang kemungkinan pemotor beralih ke pertamax dari premium. Ini karena selisih premium dan pertamax tak berbeda signifikan. Segmen roda empat pun sepertinya bakal berubah seiring dengan harga solar yang turut mengalami revisi dan diberi subsidi tetap sebesar seribu rupiah. Solar awalnya dihargai 7500,- per liter. Lantas, akan segera berubah menjadi 7.250,- per liter. 

Baik premium maupun solar akan dievaluasi harganya berdasarkan perkembangan harga minyak dunia. Tapi, khusus minyak solar yang mengalami penurunan dan satu-satunya yang masih disubsidi, ini mungkin mempengaruhi segmen roda empat. Saat ini kendaraan berpenumpang berBBM solar adalah Isuzu Panther. Chevrolet turut meramaikan segmen ini dengan Chevy Spin setelah sebelumnya Toyota sudah memproduksi Innova dan Fortuner disel.

Kompetisi akan makin ramai ketika Suzuki diduga akan memproduksi Ertiga versi disel. Begitu juga dengan Honda Mobilio, bakal ada yang minum solar. Kalau semua pabrikan ybs. antusias memproduksi mobil berBBM solar, sepertinya bakal menyedot hak mereka yang lebih berhak mendapatkannya, yaitu transportasi jarak jauh menggunakan bis yang notabene bermesin disel.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

3 thoughts on “Potensi Perubahan Peta Otomotif Tahun 2015

Comments are closed.