Terima Kasih, AHM

AHM adalah raja otomotif Indonesia. Tak perlu ulik-ulik data statistik, polreg, poldur, atau polwan sekalipun, semua orang di Indonesia pasti setuju dengan pernyataan ini. Bahkan, pihak-pihak yang paling antipati pada pabrikan Sunter ini. Di jalan yang berseliweran terbanyak pasti merek sayap sebelah mengepak.

watermark sudah menjelaskan pemilik gambar :mrgreen:

watermark sudah menjelaskan pemilik gambar :mrgreen:

Sebenarnya, justru dalam situasi dominansi monopoli seperti itu, kita pantas berterima kasih pada AHM. Pabrikan lain jadi tergerak untuk lebih mendengarkan maunya pelanggan. Mungkin tak sepenuhnya demikian, karena bisa saja ini dilakukan agar tetap bertahan dalam kompetisi, tapi situasinya sekarang lebih baik. Misalnya, di segmen skutik.

cast-gold-copy_2

Sejak AHM sukses mendongkel Yamaha dari takhta penguasa skutik, persaingan lantas menjadi njomplang. Yamaha ngos-ngosan mengejar ketertinggalannya. Pabrikan lain seakan hanya jadi dayang-dayang belaka. Tapi di titik ini pula Yamaha tergerak untuk mengadakan inovasi. Lahirlah teknologi blue core. Tak berhenti di situ. Yamaha pun terlihat bernafsu mendongkel AHM dari puncak segmen skutik premium dengan jagoannya, Nmax, yang bakal punya dua versi: ABS dan non-ABS.

 Kalau posisinya tak terjepit seperti ini, kecil kemungkinannya Yamaha mengambil langkah “samudra biru” demi mencari celah untuk tetap menguasai pasar skutik. Tapi, di segmen sport, bukankah berkat Yamaha maka AHM menikmati lezatnya pangsa motor sport terlaris 150cc?

Tidak juga.

Yamaha memutuskan R15 dan R25 diproduksi, ditambah basis produksinya di Indonesia, juga karena desakan AHM, selain kinerja Yamaha secara global yang sedang lesu. Indonesia masih jadi lumbung Yamaha tapi terus didesak AHM di semua lini. Jadi, keputusan menelurkan motor idaman R15 dan R25 adalah bentuk usaha lepas dari kepungan trio CB150SF-Verza-Megapro meskipun yang terakhir ini tak terlalu bagus penjualannya.

Advertisements

7 comments on “Terima Kasih, AHM

  1. Pingback: Ibarat Orang Puasa, YIMM Puasanya Sudah Bolong Dua Kali | Arif Dadot

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s