Advertisements

Lumia terjepit di antara gempita Android

Situasi terkini tidak menguntungkan bagi Lumia. Ponsel pintar yang dulu jadi andalan Nokia sebelum tuntas diakuisisi Microsoft berada di tengah-tengah persaingan yang luluh-lantak. Keadaannya memang demikian. Blackberry sudah merasakannya kala tumbang di tangan Samsung dengan OS Android dan kini terus digerogoti di sana-sini oleh merek lain yang ber-OS serupa. Blackberry tidak sampai tercabut karena punya pondasi yang kuat mengingat teknologinya sangat mumpuni. Hanya karena konsumen yang mudah beralih menjadikan Blackberry kini keteteran.

Lumia-535-hero1-jpg

Meskipun didukung Microsoft sebagai raksasa OS dengan andalan Windows Phone, berharap pengguna Windows desktop turut kepincut secara otomatis, Lumia nyatanya tak terlalu menggembirakan penjualannya, awalnya bersama Nokia. Build quality yang di atas kebanyakan ponsel tak menjamin Nokia Lumia dicandui seperti era communicator series. Masyarakat sudah kadung membentuk opini kalau ponsel pintar harus ber-Android. Ditambah dengan isu Windows Phone yang rumitnya setara membongkar motor dengan banyak printilan, Lumia makin terpuruk lebih dalam. Iming-iming touchscreen yang lebih gegas, tak ada lag, penggunaan RAM jauh lebih efisien, ternyata tak dapat meluluhkan pengguna Android existing.

Top-Free-Android-Apps

Toh, sekarang pun perangkat Android makin liar dalam meningkatkan kapasitas RAM-nya, dan kini dapat ditebus dengan bandrol makin terjangkau. Adagium Windows Phone “hanya setengah dari RAM Android untuk smooth dan bebas lag” dijawab tuntas pabrikan ber-OS Android. Akhirnya pula perangkat Lumia kini tak ada lagi yang ber-RAM 512 MB. Karena tuntutan aplikasi, RAM terus meningkat jadi 1 GB untuk perangkat Lumia yang makin terjangkau, seperti pula perangkat Android ber-RAM 2 GB sama terjangkaunya.

Pilih mana?

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

14 responses to “Lumia terjepit di antara gempita Android”

  1. mas huda says :

    Microsoft g bisa BBMan… h ehe

  2. goozir says :

    kalau menurut saya lumia punya cans untuk bersaing dengan android cuma sofwarenya belum stabil. itu permasalahannya. apalagi vendor lain dah pada mulai negmbangin software sendiri sendiri… kalo lumia menggarap serius, pasti bisa bersaing. minimal grecokin android dan ios

    http://www.goozir.com/2015/01/tes-ban-michelin-2015-untuk-motogp-2016.html

  3. SANSINNO.COM says :

    saya pilih yang gratisan ada..?? hehe

    ————————————
    Apakah motor brosis masuk dalam kategori ini..??

    http://sansinno.com/2015/01/21/motor-metik-dengan-desain-speedometer-paling-unik/

  4. orong-orong says :

    enak dong kejepit

  5. JNYnita says :

    Using interfacenya asikan android..

  6. MAMAT says :

    untuk saat ini android gak bisa dilawan. cari mati aja bikin OS tandingan android. mending microsoft nyerah aja sebelum makin merugi.

  7. Byrd says :

    aku sih tetap android aja lah…. nokia gak sebagus dulu 😦

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s