Mereka Dulu Pernah Jadi Musuh, Sekarang Malah Tambah Akrab

Valentino Rossi Jorge Lorenzo, courtesy of www.redbull.com

Valentino Rossi Jorge Lorenzo, courtesy of http://www.redbull.com

Situasi kompetitif seperti dalam balapan membuat ketegangan selalu terasa sepanjang kompetisi berlangsung. Pembalap yang terlibat di sana lantas berubah egois, apa pun dilakukan agar jadi yang terdepan dan mengalahkan lainnya. Semangat mengalahkan semacam itu terkadang menjadikan tiap pembalap begitu ‘kaku’ dan ‘kasar’ kepada sesama pembalap lainnya. Situasi makin memanas kalau persaingan juga begitu ketat sepanjang musim balapan. Coba ingat lagi betapa sengitnya Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di Twin Ring Motegi sampai harus ada campur tangan petinggi Yamaha saat itu. Dalam balapan Formula1 pun tak berbeda. Ditambah dengan tekanan paling besar mengingat ini balapan paling bergengsi sejagat, pembalap yang berkecimpung di sana dituntut untuk tetap menang dan kesalahan sedikit saja meskipun itu bukan mereka yang melakukan tidak bisa dimaafkan.

mobil Coulthard ditabrak Ferrari Schumacher, courtesy of www.bbc.com

mobil Coulthard ditabrak Ferrari Schumacher, courtesy of http://www.bbc.com

Michael Schumacher saat itu sedang memimpin dalam balapan Spa-Francorchamps di bawah guyuran hujan tahun 1998. Kemenangan di GP Belgia itu akan menjaga peluangnya menjuarai musim 1998 mengalahkan Mika Hakkinen dari McLaren-Mercedes. Malang bagi Schumacher, balapan baginya berakhir lebih cepat karena haluan mobilnya hancur setelah menabrak mobil David Coulthard yang melaju pelan. Larut dalam amarahnya, Schumacher penuh angkara mendatangi garasi McLaren untuk menyelesaikan urusannya dengan Coulthard. Coba simak betapa murkanya Schumacher yang gagal dibendung kru Ferrari dan bahkan Jead Todt.

Semangat kompetitif mungkin pula berkaitan dengan jiwa yang masih kekanak-kanakan yang selalu merasa berada di depan dan jadi nomor satu adalah segalanya. Buktinya, seiring bertambah usia, Coulthard dan Schumacher dapat melupakan insiden tabrakan tersebut dan kini berubah begitu akrab sebagai sahabat. Kejadian 15 tahun lalu seperti tak pernah ada kala keduanya bertemu kembali di Grand Prix Kanada tahun 2013. Di sana Schumacher memandu Coulthard mengitari sirkuit Gilleus Villenueve dengan mengendarai mobil golf.

Tapi, perubahan bandulan dalam relasi dua pembalap saat aktif membalap dan sudah pensiun dalam kasus Schumacher dan Coulthard terkadang tak sama dengan hubungan kompetisi para pembalap lainnya. Dengan kata lain, mereka terus saja memupuk perseteruan dan permusuhan meskipun sudah tidak aktif membalap lagi.

Advertisements