Ekspektasi Tinggi Pada Ferrari Harus Tetap Rendah

SF15-T, courtesy of http://formula1.ferrari.com/

SF15-T, courtesy of http://formula1.ferrari.com/

Ferrari menjalani musim yang suram hampir sepanjang satu dekade terakhir. Merajai secara dominan di tahun-tahun pertama era milenium baru bersama trio Michael Schumacher-Ross Brawn-Jean Todt sehingga sukses menjadikan tontonan F1 membosankan, Ferrari lantas kehilangan cengkeraman keberuntungan seusai Schumacher nyatakan pensiun selepas musim 2006. Harapan sempat muncul seiring kejutan Kimi Raikkonen di musim perdananya bersama Ferrari, tapi secara keseluruhan di bawah kepemimpinan Stefano Domenicalli, Ferrari tidak terlihat sebagai tim F1 tradisional, bahkan setelah mendatangkan Fernando Alonso. Lima musim diperkuat pembalap Asturia itu, Ferrari terjerembap ke titik performa terendahnya, tersungkur di bawah tim-tim debutan yang menjadikan Ferrari terlihat aneh berada di luar tiga besar seperti biasanya tim itu di musim-musim sebelumnya.

SF15-T, courtesy of http://formula1.ferrari.com/

SF15-T, courtesy of http://formula1.ferrari.com/

Dengan Alonso diputus kontraknya dan Luca Di Montezemolo yang terlihat abadi bercokol di tampuk pimpinan Ferrari diganti Sergio Marchionne, Ferrari terlihat lebih segar di bawah kepemimpinan lapang baru selepas Domenicalli mundur. Gebrakan pertama langsung dibuat: si bocah ajaib dari RedBull-Renault, Sebastian Vettel, langsung direkrut, untuk dampingi Raikkonen di musim 2015. Tak berhenti sampai di situ, mobil SF15-T turut mempesona dengan performanya yang di luar ekspektasi. Dalam tes yang dilakukan di Jerez, Vettel jadi yang terdepan mencatat waktu tercepat di depan duo Mercedes yang musim lalu begitu dominan, juga mobil RedBull-Renault yang memberikan perlawanan sengit pada duo Mercedes itu. Vettel diwartakan menghabiskan 60 lap untuk mencatat perolehan waktu itu.

Rasanya wajar kalau kemudian tifosi Ferrari yang selam periode kelam itu terus tiarap sontak berjingkrakan persis logo Ferrari itu sendiri. Itu wajar mengingat harapan mereka kembali muncul kalau Ferrari bakal kembali kompetitif. Tapi kalau tak pandai mengatur ekspektasi, bisa saja euforia ini malah berbalik mengecewakan, kembali suram seperti musim-musim sebelumnya. Pertama dan paling utama adalah tes di Jerez seperti itu tak dapat dijadikan patokan. Berapa banyak mobil terlihat memukau di tes pra-musim tapi toh melempem juga di balapan sebenarnya. Selain itu, mobil-mobil yang mencatat waktu tercepat biasanya ‘diakali’, di mana para mekanik melakukan ‘kecurangan’. Misalnya dengan memasok lebih sedikit bahan bakar, menggunakan ban super lunak, atau semacamnya. Apalagi SF15-T yang dikendarai Vettel menghabiskan lap lebih sedikit dari duo Mercedes. Dalam balapan, cepat saja tidak cukup. Mobil juga harus tahan banting, jangan sampai ngebul saat menjelang garis finis.

SF15-T, courtesy of http://formula1.ferrari.cocom/

SF15-T, courtesy of http://formula1.ferrari.cocom/

Pastinya acuan utama adalah seri perdana di Melbourne bulan Maret mendatang. Di sana akan terlihat mobil mana yang cepatnya pura-pura (bagus saja selama tes pramusim), cepatnya konsisten, atau paling cepat atau paling ringkih juga.

Advertisements

5 comments on “Ekspektasi Tinggi Pada Ferrari Harus Tetap Rendah

  1. Pingback: Tak Ada Dominasi, Apalagi Monopoli. Ini Hanya Kerja Keras – Ketekunan – Keuletan #RespekMercedes #RespekAHM | ArDa

  2. Pingback: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Berlarut-larut Kalau Berniat Donor Darah Akhir Pekan Ini | Arif Dadot

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s