Viar Keluar Dari Cengkeraman Pabrikan Besar Dengan Produk Ceruk Biru

palsu_48cross x se hitam

Viar Cross X 200 Special Edition

Pasar otomotif roda dua di Indonesia tahun ini diprediksi tidak akan sebergairah tahun lalu. Kebijakan yang ditujukan untuk meredam inflasi yang terus menggila ditambah nilai tukar Dollar terhadap Rupiah yang terus menguat menjadi dua dari beberapa faktor lainnya sebagai penghambat laju produksi sepeda motor di Indonesia. Daya beli masyarakat yang masih rendah turut memperlambat konsumsi sepeda motor. Namun demikian bukan berarti para pabrikan lantas turut lesu dalam menyediakan produk-produk sepeda motor.

Saat ini memang skutik yang masih berjaya. Pernah dianggap tak punya masa depan, skutik nyatanya mampu menggeser dominasi motor bebek yang pernah lama dianggap kendaraan paling irit. Citra boros dari skutik lantas terkikis seiring kemajuan yang terus meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Namun, mungkin karena saking mainstream-nya, skutik mulai menimbulkan kebosanan di beberapa kalangan, meskipun segelintir. Kecenderungan ini lantas dibaca dengan baik oleh pabrikan tertentu yang ingin bermain di kerajaannya sendiri.

Viar Karya Bit 100 cc, courtesy of okezone

Viar Karya Bit 100 cc, courtesy of okezone

Satu di antara secuil pabrikan yang ingin lepas dari “cengkeraman” mainstream pabrikan besar adalah Viar. Merek motor yang mengklaim sebagai asli produksi Indonesia itu pernah melumuri dirinya dengan citra sebagai pencontek desain-desain merek ternama. Kini, seiring usaha pembenahan di berbagai sisi, Viar terlihat mampu keluar dari stigma tersebut. Mungkin memang beberapa produknya belum mampu menanggalkan kesan itu, tapi perlahan-lahan merek ini mulai dikenal dengan ciri khasnya sendiri. Merek yang memilih basis produksi di Semarang ini menegaskan posisinya sebagai merek independen dengan memproduksi motor niaga. Ini adalah motor yang dilengkapi dengan bak untuk mengangkut barang-barang.

Viar Cross X 200, courtesy of fendimotor

Viar Cross X 200, courtesy of fendimotor

Namun sepertinya Viar lebih populer kini dengan jenis motor yang meskipun belum banyak yang memilikinya, punya banyak penggemar yang berhasrat mampu menebusnya. Inilah motor garuk tanah yang sering digunakan di medan offroad. Meskipun demikian, motor trail semacam itu tak dilarang untuk melaju di jalanan umum, tentu dengan kelengkapan dan surat-surat yang wajib. Viar pernah mencobanya dengan Viar V150, namun tak banyak menuai sukses. Keberuntungan mulai berpihak di Viar di segmen motor trail kala X Cross 200 yang diluncurkan. Ditambah dengan X Cross 200 SE, Viar menangguk sukses besar, meskipun ceruknya tidak begitu besar.

Sukses yang diraih bersama X Cross 200 dan X Cross 200 SE menjadikan Viar terus bersemangat membanjiri pasar otomotif Indonesia dengan produk-produk serupa dengan kemampuan lebih baik. Dikabarkan dalam beberapa waktu mendatang, Viar akan merilis motor trail berkubikasi 200 cc dengan keunggulan yang jauh lebih baik dengan penawaran harga yang tak hanya kompetitif, tapi terlalu sayang kalau dilewatkan. Kita nantikan bersama.

 

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

4 thoughts on “Viar Keluar Dari Cengkeraman Pabrikan Besar Dengan Produk Ceruk Biru

  1. Pingback: Gagal Rontokkan Ninja 250R, Suntik Mati Euthanasia Sudah Menanti R25 Demi NMax | ArDa

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s