Tak Perlu Larut Dalam Euforia Android One, Ini Alasannya!

Tak puas hanya jadi pembuat sistem operasi, raksasa internet Google memutuskan turut membuat ponsel. Dikenal sebagai Android One, proyek ini dimaksudkan untuk menjadikan lebih banyak orang punya ponsel dan mengakses internet. Bermula di India, kini euforia Android One sudah menyambangi Indonesia dengan tiga jagoan hasil kerja sama dengan vendor lokal.

Tapi tak harus semua publik TI larut dalam euforia itu. Paling jelas tentu saja adalah fans setia garis keras Apple dan iPhone. Berikutnya tentu saja Windows Phone user dan BlackBerry user. Tentu mereka masih setia dengan OS masing-masing, susah maupun senang.

Namun ternyata penggemar Android pun tak mesti ikut larut dalam euforia semacam itu. Namanya euforia tentu hanya sekejap dan tak bertahan lama. Itu pun karena kesenangan sesaat. Usai itu, lenyap dan semua kembali berjalan seperti biasa. Pertama yang harus kamu perhatikan adalah Android One ini ditujukan untuk entry level, low end. Jadi spesifikasinya pun pas-pasan. Tak perlu silau dengan jaminan update dari Google karena toh hanya begitu saja. Kalau ekspektasimu cukup besar, khawatirnya Android One ini tidak mampu memenuhinya lantas kamu kecewa besar dan menyalahkan sepenuhnya Android One.

Berikutnya adalah soal kestabilan. Android One ini masih baru meskipun embel-embel update terkini Lollipop 5.1. Yang sering ditemukan pada Android terbaru adalah ketidakstabilan sistem operasi, seringkali ditemukan adanya bug. Kalau kamu sudah siap dengan semua gangguan itu, tak apa, silakan pilih Android One. Tapi kalau kamu ingin kinerja yang lancar tanpa gangguan meskipun minor, tunggu sampai beberapa minggu mendatang. Terakhir adalah soal kestabilan pasokan. Seperti biasa dalam tiap euforia selalu saja pasokan kewalahan memenuhi permintaan. Lantas ini direspons beberapa pihak ambil untung sekejap untuk menimbun dan melonjakkan harga jualnya. Kalau ngebet hanya untuk jadi yang pertama untuk lantas kecewa karena kinerja Android One begitu saja, lebih bagus sekali lagi bersabar saja sampai pasokan memang sudah normal dan tak ada lagi Pre-Order.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardot

Arif Rakhman (a.k.a ardaisme) is an English-Indonesian translator, capable of handling up to 5000 words a day on various topics and fields of interest. Shall you have urgency in translation, he can be contacted at saya@arifdadot.com for further discussion.

12 thoughts on “Tak Perlu Larut Dalam Euforia Android One, Ini Alasannya!

  1. aplusaz

    disuruh ambil jikalau sudah tidak PO?
    bugs nya apa?
    sudah pernah HO?
    udah tahu belum harga jikalau sudah tidak preeorder?

    just info saya pemesan po glombang pertama mito impact! harga yg saya dapat 711rb, ambil 2 unit,itupun nyesel kenapa ga ambil 4 unit/lebih
    namun jikalau tidak mampu, jgan dipaksakan minjem dll, coz teknologi semakin murah kog!

    saran saya! ambil jikalau butuh hpe kedua, atau cuma sanggup beli 1jtaan ,walaupun sekrg sudh terlambat,krena hrga sudah naik!

    myaplusinfo.com

  2. gilaroda2

    rekomended buat yg pertamakali mau hijrah ke android atopun SP android sebelumnya sdh terlalu buluk dan minta ganti dgm budget 1jetian… cmiiw… 🙂

  3. Pingback: Microsoft Kalap, Banjiri Pasar Dengan Lumia Super Terjangkau Dan Tinggalkan Sejenak Lumia Kelas Atas | ArDa

  4. Pingback: Mitos Sesat Windows 8.1 Beroperasi Mulus Harus Diluruskan Agar Tidak Menyesatkan | Arif Dadot

  5. Pingback: Bingung cari Android terbaik? Coba Android One! | ARIF DADOT

  6. beni

    sok tahu kwkwkw
    android one sy sudah update ke marshmallow kok, makanya beli dulu baru komen

Comments are closed.