Lihat Centang Dua Berubah Biru Tapi Nihil Balasan, Di Situ Kadang Saya Merasa Sedih

Perkembangan TI yang begitu pesat terjadi menjadikan apa yang dulunya jadi kebiasaan mungkin kini sudah tak ada lagi. Apa yang dulu dianggap mustahil akan ada nyatanya memang kini nyata adanya. Jadi, itu juga berlaku untuk cara kita berkirim pesan. Dulu orang biasa kirim dengan merpati pos yang memang benar-benar terjadi, bukan untaian syair puisi. Lantas, Samuel F. B. Morse mempercepat proses pengiriman dengan menemukan telegram. Tiba-tiba e-mail sudah menggantikan peran surat pos dan tak lama kemudian SMS sudah bikin kita ketagihan dalam berkirim pesan. SMS harus berakhir pahit ketika era pesan instan mulai merajalela, dimulai dengan BBM yang legendaris. Tapi, WhatsApp yang mereguk popularitas instannya.

WhatsApp dibuat, kala itu, sebagai alternatif dari BBM, yang terlihat sombong karena meskipun euforia global yang begitu berharap, tetap menjadikannya eksklusif, ditambah dengan harga perangkatnya yang juga mahal. WhatsApp hadir sebagai solusi dengan kemampuan yang tak kalah hebat dibandingkan BBM. Maka bukan hal yang mengherankan kalau lantas WhatsApp menjadi paling populer, menjungkalkan BBM sebagai aplikasi pesan instan nomor satu di perangkat seluler.

Kendati sudah jadi nomor satu, faktanya WhatsApp sebenarnya masih mengandung kelemahan. Tidak seperti BBM yang punya penanda kalau pesan itu sudah terkirim dan sudah dibaca, WhatsApp hanya mengandalkan centang satu dan centang dua, saat itu. Centang satu berarti sudah dikirim ke server penerima di pihak nomor penerima pesan dan centang dua berarti sudah masuk di dalam perangkat penerima, tanpa pernah tahu kalau pesan itu sejatinya sudah dibaca atau belum, seperti di BBM yang diwakili dengan R.

Celah kelemahan ini disadari betul oleh WhatsApp yang lantas membuat terobosan mirip fitur R di BBM. Kini, pesan yang telah dibaca di Whatsapp dapat diketahui dari berubahnya centang dua menjadi biru. Sayangnya, fitur ini dalam beberapa hal terkadang terasa mengganggu, bahkan bikin sesak di dada. Terutama dialami para jomblo yang sedang H2C alias harap-harap cemas, centang dua berubah biru terasa seperti penolakan yang tidak diharapkan tapi harus dirasakan. Si penerima, yang diharapkan membalas pesan untuk sebuah percakapan yang baik dalam proses pedekate atawa pendekatan, nyatanya bergeming untuk menuliskan tanggapannya. Centang biru terasa pahit untuk dilihat tapi di sisi lain selalu saja ada harapan bahwa suatu saat ia akan membalas. Tapi tiap kali melihat WhatsApp dan centang dua membiru tetap seperti itu tanpa ada balasan, di situ kadang saya merasa sedih 😆

Advertisements

13 comments on “Lihat Centang Dua Berubah Biru Tapi Nihil Balasan, Di Situ Kadang Saya Merasa Sedih

  1. Pingback: Mitos Sesat Windows 8.1 Beroperasi Mulus Harus Diluruskan Agar Tidak Menyesatkan | Arif Dadot

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s