Tim HRC Layak Cemas Hadapi Musim 2015 Ini Kendati Motor Hebat Dan Pebalap Meyakinkan

arifdadot.com – Jika sudah memasuki bulan ketiga setiap tahun, bisa dipastikan bahwa tingkat kebisingan sedikit lebih tinggi dan aspal lintasan akan makin sering terkelupas dan karena itu perlu lebih sering ditambal. Ini karena bulan Maret menandai dimulainya musim balapan paling bergengsi di kelasnya masing-masing: MotoGP di roda dua dan Formula1 di roda empat.

McLaren MP4-30, courtesy of mclaren.com

McLaren MP4-30, courtesy of mclaren.com

Tanpa bermaksud mengecilkan sensasi balap yang turut dihadirkan World Superbike yang telah lebih dulu menggeber gas di pertengahan Februari silam atau Nascar dan Le Mans, harus diakui kalau kedua balapan yang telah disebutkan itu lebih menggema popularitasnya di seluruh dunia. Ajang tes pra-musim resmi saja tak luput dari pengamatan dan pemberitaan karena itu mengisyaratkan kekuatan setiap tim saat nanti berlaga.

Di antara semua peserta yang berlaga di kedua kompetisi paling bergengsi, mungkin Honda yang mendapat pemberitaan paling banyak dan berimbang. Di MotoGP sudah jelas kalau tim HRC yang kali ini tetap diperkuat duo yang sama seperti musim lalu masih menunjukkan keperkasaannya. Ditambah dengan pembalap uji mereka yang istimewa, keyakinan kalau Marc Marquez akan kembali mendominasi tidak boleh dipadamkan. Lantas sama menariknya adalah Honda memutuskan kembali di ajang balapan jet darat Formula1, meskipun sebatas menjadi pemasok mesin, dengan menjalin kerja sama dengan McLaren. Ini bukan hubungan profesional yang pertama di lintasan F1. McLaren-Honda pernah begitu jawara bersama beberapa pebalap kenamaan, termasuk Niki Lauda, Ayrton Senna dan Alain Prost.

Honda RC213V 2015, courtesy of dapurpacu.com

Honda RC213V 2015, courtesy of dapurpacu.com

Namun, mengacu pada dua hasil tes pra-musim di Jerez dan Barcelona, semua penggemar Mc-Laren layak cemas. Dan, Honda jauh lebih khawatir daripada itu. Performa mobil MP4-30 jauh dari ekspektasi minimal sekalipun, meskipun dikemudikan dua juara dunia, Fernando Alonso dan Jenson Button. Keputusan kembali berlaga jelas tak seperti yang dibayangkan di era akhir ’80 hingga awal ’90. Jadi benang merahnya bisa ditarik di sini kalau performa Honda di salah satu kejuaraan akan memengaruhi performa Honda di ajang satunya. “Gangguan” dapat berupa penarikan satu atau beberapa mekanik andalan di HRC karena dianggap lebih stabil dan meyakinkan untuk membantu tim Honda di Formula1. Praktik seperti ini pernah terjadi pada Kyle Petryshen yang saat itu bekerja di HRC untuk membantu desain, implementasi, dan manajemen mesin di sasis baru mobil F1 (wikipedia). Jangan lupa juga kalau Shuhei Nakamoto, orang paling bertanggung jawab atas sukses besar tim HRC selama ini, pernah bergabung di proyek Honda di F1 selama delapan tahun, dari 2000 hingga 2008 (vitalmx).

Marc Marquez before his fans, courtesy of dreamstime.com

Marc Marquez before his fans, courtesy of dreamstime.com

Mengingat urusan finansial bisa dikesampingkan karena McLaren termasuk tim tradisional F1 yang berarti mapan keuangannya, perecokan atas tim HRC seperti aksi “membajak” kru dalam meningkatkan performa MP4-30 bisa mengganggu stabilitas tim HRC. Konsentrasi pun dipastikan terpecah karena pucuk pimpinan masing-masing tim menanggung beban dua kali lebih berat daripada biasanya. Ditambah dengan performa yang makin meningkat tidak hanya dari rival terdekat, yaitu Yamaha Movistar, tapi juga tim-tim debutan termasuk Suzuki, tim HRC lewat Marquez mungkin saja tidak akan sedominan musim 2014. Tapi jika memang tim HRC tidak sedominan dua musim sebelumnya, itu berita bagus bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat: Dorna selaku promotor yang tidak mau kehilangan penonton dan penonton itu sendiri yang puas dengan aksi-aksi salip-menyalip.

Advertisements

4 comments on “Tim HRC Layak Cemas Hadapi Musim 2015 Ini Kendati Motor Hebat Dan Pebalap Meyakinkan

  1. wah itu malah bagus bisa sharing tekhnologi mesin, kayak basis mesin moto gp V5 itu kan ngambil basis dari F1 V10

  2. Pingback: Gagal Rontokkan Ninja 250R, Suntik Mati Euthanasia Sudah Menanti R25 Demi NMax | ArDa

  3. Pingback: Tak Ada Dominasi, Apalagi Monopoli. Ini Hanya Kerja Keras – Ketekunan – Keuletan #RespekMercedes #RespekAHM | ArDa

  4. Pingback: Benarkah Honda sedang alami krisis motorsport? | ARIF DADOT

Comments are closed.