Tatang Koswara, Sang Sniper Legendaris, Telah Berpulang

arifdadot.com – Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Tatang Koswara, yang dimasukkan ke dalam daftar penembak jitu (sniper) terbaik di dunia, wafat dalam usia 68 tahun. Sniper legendaris itu mengembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Medistra sekitar pukul 20.00, Selasa (03/03/2015).

Tatang Koswara, courtesy of detik.com

Tatang Koswara, courtesy of detik.com

Sekitar beberapa menit sebelumnya, Tatang Koswara diwawancarai secara langsung dalam acara variety show Hitam Putih pada hari yang sama. Selama tayangan berlangsung, beberapa kali Tatang Koswara terlihat kesulitan bernapas sehingga diputuskan untuk dilarikan ke Rumah Sakit Medistra. Dokter Rumah Sakit Medistra memastikan Tatang Koswara meninggal dunia setelah upaya memancing denyut jantung tidak berhasil.

Sebelum melejit sebagai salah satu sniper terbaik di dunia, Tatang Koswara tak banyak dikenal publik Indonesia. Justru penulis asing bernama Peter Brokersmith yang berkontribusi dalam popularitas mendadak Tatang Koswara belakangan ini di media Indonesia. Brokersmith memasukkan Tatang Koswara dalam daftar sniper terbaik di dunia, ada di peringkat ke-14, dalam bukunya Sniper Training, Techniques and Weapons yang terbit pada 2000. Tatang Koswara ditempatkan di peringkat ke-14 terkait dengan keberhasilannya melumpuhkan 41 target orang Fretilin saat menjalankan misi operasi di Timor Timur (sekarang Timur Leste) antara 1977 hingga 1978. Kala bertugas, Tatang Koswara memiliki sandi S-3 alias Siluman-3 (detikcom).

Tatang Koswara, courtesy of detik.com

Tatang Koswara, courtesy of detik.com

Tatang Koswara memasuki dunia militer secara tidak sengaja, meskipun berayahkan seorang tentara. Berawal dari mengantar adiknya untuk mengikuti tes masuk TNI, Tatang Koswara justru didorong untuk turut serta dalam ujian tersebut dan masuk lewat jalur tamtama (kompascom). Kelihaiannya dalam menembak turut dipengaruhi kehidupannya di kampung yang harus berburu babi hutan sebagai hama lahan pertanian dan perkebunan. Senapan locok di tangannya nyaris selalu tepat sasaran dan menurutnya ia lebih tertantang pada target yang bergerak. Kebiasaan ini terbukti berguna saat ia harus diterjunkan dalam operasi melawan Fretilin di Timor Timur (sekarang Timor Leste). Dalam bertugas, Tatang Koswara Tatang biasa menggunakan senjata laras panjang Winchester M-70. Senjata ini mampu membidik sasaran hingga jarak 900-1000 meter (detikcom).

Saya biasa membidik kepala. Cuma sekali saya menembak bagian jantung, dia pembawa alat komunikasi. Sekali tembak, alat komunikasi rusak, orangnya pun langsung ambruk (tatang Koswara).

Setelah pengabdiannya tuntas di Tentara Nasional Indonesia dengan pangkat terakhir pembantu letnan satu (peltu) pada 1996, Tatang Koswara menjalani hidup yang jauh dari publisitas bersama istri dan anak-anaknya. Dalam kesehariannya, Tatang Koswara membantu istrinya berjualan nasi yang diperuntukkan bagi para penghuni perumahan kompleks TNI AU di Cibaduyut, Bandung. Untuk menjaga kebugarannya, Tatang Koswara rajin berolahraga dan sesekali menyediakan pelatihan menembak bagi prajurit TNI. Namun, keberadaannya sebagai sniper pada suatu masa itu tetap dirahasiakan, bahkan termasuk kepada keluarganya, karena seperti itulah yang dituntut dari Tatang Koswara oleh komandannya saat itu, Kolonel Edi Sudrajat, untuk menjadi pengawal pribadinya dalam operasi di Timor Timur (sekarang Timor Leste).

Tatang Koswara, courtesy of detik.com

Tatang Koswara, courtesy of detik.com

Menjelang akhir hayatnya, Tatang Koswara pernah menjalani operasi pemasangan ring di jantungnya. Beberapa hari terakhir pun kesibukannya lebih padat dari biasanya. Tatang Koswara harus melayani banyak permintaan wawancara dari berbagai media. Dalam wasiatnya, Tatang Koswara mengatakan kalau ia tidak ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Padalarang, meskipun diperkenankan dikebumikan di sana, sehingga keluarga memilih Tempat Pemakaman Umum terdekat saja  (kompascom). Meskipun demikian, upacara militer akan dilaksanakan mengiringi pemakaman Tatang Koswara nantinya (detikcom). Dalam pesannya yang lain, Tatang Koswara juga mengharapkan pendidikan sniper berlangsung hingga setahun, bukan 2-3 bulan (detikcom).

Advertisements

5 comments on “Tatang Koswara, Sang Sniper Legendaris, Telah Berpulang

  1. Pingback: Gagal Rontokkan Ninja 250R, Suntik Mati Euthanasia Sudah Menanti R25 Demi NMax | ArDa

  2. People are greatly thinking of taking advantages of Mobile Tracking software so that they become efficient in handling the most
    critical moments and happenings of their life which may ruin the happiness in the coming future.
    People arre not to be trusted these days and you
    cannot simply blame yourself for following your instincts.
    After completion, recording will be secretly uploaded to you account.

  3. Pingback: Mahal tapi hati tenteram atau murah tapi bikin emosi? | ARIF DADOT

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s