Tak Ada Dominasi, Apalagi Monopoli. Ini Hanya Kerja Keras – Ketekunan – Keuletan #RespekMercedes #RespekAHM

arifdadot.comMusim 2014 dikeluhkan banyak penggemar Formula1 sebagai balapan yang membosankan. Kompetisi memang ada, tapi itu hanya terjadi dua pembalap dalam satu tim. Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, sama-sama memperkuat Mercedes GP, bertarung sendirian di depan, meninggalkan tim dan pebalap lain yang kerepotan mengejar. Di balapan pembuka musim 2015, Mercedes GP terlihat tak melambat sedikit pun. Hasil balapan mudah ditebak dengan Lewis Hamilton finis pertama dan Mercedes GP finis 1-2 meninggalkan Sebastian Vettel hampir setengah menit di belakang. Tim lain menggerutu dan mengeluh bahwa musim ini akan kembali monoton. Memang penonton F1 mulai menurun, baik di sirkuit maupun televisi, tapi menurut Alain Prost, itu adalah siklus yang wajar.

McLaren MP4-30, courtesy of mclaren.com

McLaren MP4-30, courtesy of mclaren.com

Toh kita harus ingat kalau Ferrari pernah dominan di periode 2001-2004. RedBull-Renault pun melakukan hal yang sama dengan Vettel tak tersentuh antara 2010 hingga 2013. Sukses Mercedes GP begitu dominan sebenarnya bukan hasil instan. Ini sudah lama dirintis bahkan ketika tim lain sedang dominan. Usai mengakuisisi tim Brawn GP, Mercedes tak lantas melanjutkan dominasi Brawn GP di musim 2009. Sebaliknya, Mercedes GP malah terseok-seok meskipun sudah diperkuat oleh Michael Schumacher dan Ross Brawn sebagai kepala tim. Jadi bisa dibilang sukses 2014 dan berlanjut musim ini adalah hasil kerja keras, ketekunan, dan keuletan selama empat tahun, sambil menahan sakit dipecundangi RedBull-Renault.

Hal yang sama tampak pula di Indonesia soal kompetisi roda dua. AHM dituding terlalu mendominasi yang mengarah ke dugaan monopoli. Tapi kalau kita putar mesin waktu ke beberapa tahun dari sekarang, harusnya fenomena AHM yang begitu dominan tak perlu diherankan, apalagi dikeluhkan. Saat terseok-seok dipermalukan YIMM (saat itu YMKI) dengan motor deltabox terbarunya Vixion dan skutik perintis, Mio, AHM disebutkan belajar banyak dari situ (demikian seperti dijelaskan sang guru sugi masih ada). Jadi rentang rentang sembilan tahun kalau itu mengambil masa Vixion pertama kali diluncurkan adalah proses pembelajaran AHM, melakukan SWOT dan berbenah diri. Bahkan sebenarnya tidak bisa dibilang sukses sempurna karena toh segmen motorsport belum dikuasai, meskipun sudah main keroyokan dengan trio VerzaCBR150CB150SF.

Jadi berbenah dari sekarang, hasilnya bakal dituai beberapa tahun mendatang. Coba lihat Ferrari. Terakhir mengenyam juara dunia tahun 2007 lewat Kimi Raikkonen, tim kuda jingkrak itu belum juga merasakan manisnya juara dunia sampai 2014. Tahun ini lumayan membaik dengan Vettel terlihat meyakinkan tapi itu belum sempurna seperti Schumacher. Romakan tidak dibangun dalam semalam.

Advertisements

4 comments on “Tak Ada Dominasi, Apalagi Monopoli. Ini Hanya Kerja Keras – Ketekunan – Keuletan #RespekMercedes #RespekAHM

  1. Pingback: Podium Terbaik Tidak Menjamin Rio Haryanto Jadi Sensasi Di Negeri Sendiri | Arif Dadot

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s