Advertisements

Masalah Klise Dan Beban Berat Jalan Tlogomas Sisi Barat Kota Malang

Jalan Tlogomas sebagai gerbang penyambut di sisi barat kota Malang berbatasan dengan Kabupaten Malang. Namun demikian, Jalan Tlogomas di mana kampus III Universitas Muhammadiyah Malang berada harus turut menerima limpahan kendaraan tidak hanya dari Kabupaten Malang itu sendiri, tapi juga kota wisata Batu. Selain arus kendaraan yang berasal dari mahasiswa yang indekos di sekitar kawasan Mulyoagung, wisatawan yang pergi ke/dari kota wisata Batu turut menjejali jalan Tlogomas, semakin memberatkan beban yang harus disangga.

situasi sehari-hari angkot ngetem (terminal bayangan) di pintu keluar terminal Landungsari

situasi sehari-hari angkot ngetem (terminal bayangan) di pintu keluar terminal Landungsari

Dua rutinitas itu menjadikan Jalan Tlogomas sisi barat begitu padat dan ramai setiap hari, terutama di hari berangkat kerja/sekolah. Akibatnya sudah dapat dipastikan. Di beberapa ruas seringkali terjadi kemacetan. Kemacetan seringkali sulit terurai saat berada di depan pintu keluar terminal Landungsari di mana di dekat situ supir angkot memilih menunggu penumpang. Hasilnya, pengendara yang melalui jalan Tlogomas itu harus memperlambat lajunya, seringkali sampai merayap karena sisi jalan sudah disesaki angkot tersebut. Beberapa petugas DLLAJR melakukan razia dengan menghalau supir angkot ngetem di situ, tapi membandel adalah kata yang tepat untuk mereka. Kembali lagi mereka berulah di situ sampai para petugas lelah sendiri.

WP_20150608_003

pintu gerbang Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang

Situasi kemacetan semakin tak terelakkan manakala tidak jauh dari supir angkot yang ngetem, dibangun rumah sakit Universitas Muhammadiyah Malang. Kendaraan yang menuju ke rumah sakit mengambil ancang-ancang untuk belok kanan, menyebabkan situasi padat-merayap sulit untuk terurai di daerah sekitar situ.

Sepertinya susah untuk merevitalisasi Jalan Tlogomas sisi barat ini. Ini karena arus dari kota Malang di sebelah timur turut menjejali jalan Tlogomas barat ini. Jika harus melakukan pelebaran jalan, rasanya tidak efektif, di samping memang lahan yang tersedia sudah tidak ada lagi (untuk trotoar saja tidak ada, bagaimana mau dilebarkan :mrgreen: ). Mungkin solusi yang sesuai adalah membangun jalur alternatif agar arus lalu-lintas dapat dibagi-bagi. Tapi ah entah kapan itu bisa terwujud.

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

2 responses to “Masalah Klise Dan Beban Berat Jalan Tlogomas Sisi Barat Kota Malang”

  1. kembalikan ngalam kami yg dulu says :

    Satu-satunya cara yang paling realistis adalah dengan membatasi jumlah mahasiswa pendatang yang ingin masuk ke Malang… dalam hal ini merupakan tanggungjawab pemkot dan pihak universitas. Tolong, masalah uang tidaklah seberapa penting dibandingkan bom waktu yang menyebabkan suatu kota tidak kondusif lagi (yaitu kemacetan, suhu udara yg makin pengap, dan overpopulasi) akan meledak beberapa tahun lagi.

    Sementara solusi untuk membuat jalan baru sudah pasti di awang-awang. Ia juga hanya akan mengatasi masalah kemacetan dengan membuat masalah baru lagi: dikemanakan warga yang digusur rumahnya untuk pembuatan jalan? Sementara masalah lainnya seperti demografi penduduk tidak bisa diselesaikan dengan membangun jalan. Maka satu-satunya solusi adalah dengan membatasi jumlah mahasiswa pendatang, terutama dari luar provinsi.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s