Podium Terbaik Tidak Menjamin Rio Haryanto Jadi Sensasi Di Negeri Sendiri

Kalau ada podium pertama yang sepi pemberitaan, mungkin itu dialami oleh Rio Haryanto. Berlaga di GP2 yang konon satu tangga tepat di bawah balapan paling bergengsi di dunia, F1, Rio mencatat hasil sungguh menggembirakan. Di sprint race, Rio Haryanto berhasil jadi pertama yang melintasi garis finis di depan Stoffel Vandoorne.

lihat nama yang familiar? di dada depan? juga di bagian atas visor helm? :mrgreen:

lihat nama yang familiar? di dada depan? juga di helm? :mrgreen: sumber: autosport

Namun, prestasi fenomenal ini sepi pemberitaan histeris para pewarta non-mainstream yang lazim dikenal sebagai blogger. Maksimal, hanya segelintir yang mewartakannya. Rio mungkin makin merasa nelangsa kalau mengetahui bahwa kiprahnya di kompetisi ini tidak mengundang ketertarikan banyak pewarta itu.Kalau mengikuti tren yang berkembang, “penderitaan” yang dialami Rio Haryanto ini tidak perlu diherankan. Meskipun jelas-jelas Indonesia Raya berkumandang di sirkuit RedBull Ring yang juga dipakai untuk menghelat balapan F1 (berani taruhan, petinggi-petinggi F1 pasti mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya gubahan W. R. Supratman itu dan melihat sosok Rio Haryanto di podium teratas), hukum pasar-lah yang berlaku. Rio bukan sosok yang populer. Mungkin itu disebabkan oleh olahraga yang dipilihnya. Balapan F1 berikut semua yang melibatkan kebut-kebutan roda empat kalah populer dibandingkan balapan roda dua yang dimotori MotoGP, lantas diturunkan menjadi berbagai jenis balapan meskipun itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan penjenjangan menuju MotoGP.

baca juga

Jelasnya, postingan yang ditulis harus punya dampak besar dalam mendatangkan hits. Berarti berita yang diwartakan memang dicari mayoritas pembaca dan Rio Haryanto harus ikhlas dengan senyum kecut balapan GP2 dan F1 (semoga tahun depan Rio Haryanto mampu berlaga melawan Lewis Hamilton, Nico Rosberg, Sebastian Vettel) jauh kalah populer dibandingkan MotoGP dan semua balapan penjenjangannya (yang salah satunya sedang diikuti Dimas Ekky sehingga pemberitaannya jauh lebih masif).

Tanpa mengecilkan prestasi Dimas Ekky di Catalunya di hari yang sama, torehan prestasi Rio Haryanto sebenarnya jauh lebih membanggakan, namun justru Dimas Ekky mendapat pemberitaan lebih luas. Ini juga sekaligus mengungkap fakta kedua bahwa dukungan langsung pabrikan kepada sang pebalap sangat menentukan pemberitaan terkait pebalap tersebut. Dimas Ekky didukung langsung AHM (yang kita mungkin sadar ada kepentingan komersial di situ), sementara Rio Haryanto didukung nama yang sama sekali tidak familiar di telinga orang sini (Campos Racing).

Advertisements

8 comments on “Podium Terbaik Tidak Menjamin Rio Haryanto Jadi Sensasi Di Negeri Sendiri

  1. lho yg ambisi ikut F1 tapi di A1 aja ga menang2, bisa jadi artis, minimal eksis di infotainment, apalagi dengan status juara…tp yg udah2, kalo sdh masuk ranah celebriti, prestasi apapun banyak yg jeblok jadinya, terbuai dengan dunia seleb….pada ga siap mental…

  2. kepopuleran f1 mulai meredup semenjak dominasi ferrari tahun 2001 lalu dan hak siar f1 makin mahal n makin mbosenin balapan dgn regulasinya yg amburadul. itu salah satu sebab f1 gak kuat dsiarin tv sini. jadinya f1 dan balapan jenjang2 dbawahnya (GP2,F-3) kalah populer dgn motogp.

  3. Pingback: Rio Haryanto Disebut Crash.net Berpotensi Mengisi Kursi Manor, Tapi Persaingan Ketat | ARIFDADOT.COM

  4. populer tidak menjamin prestasi.lihat saja LVG.betapa populer beliau..mentor dari mourinho dan juga guardiola.tapi apa yang dilakukannya dengan jin merah saat ini?
    meski masih ada kesempatan di piala FA sih..

    • Otoriter sih, orang Belanda kan gitu sejak zaman kumpeni 😆 Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network. From: Eng > Ind TranslatorSent: Tuesday, February 23, 2016 05:57To: arifdadotcom@gmail.comReply To: comment+_g1jd3dary5x6hzde0h03ivgt-q@comment.wordpress.comSubject: [Eng > Ind Translator] Comment: “Podium Terbaik Tidak Menjamin Rio Haryanto Jadi Sensasi Di Negeri Sendiri”

      a:hover { color: red; } a { text-decoration: none; color: #0088cc; } a.primaryactionlink:link, a.primaryactionlink:visited { background-color: #2585B2; color: #fff; } a.primaryactionlink:hover, a.primaryactionlink:active { background-color: #11729E !important; color: #fff !important; }

      /* @media only screen and (max-device-width: 480px) { .post { min-width: 700px !important; } } */ WordPress.com

your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s