Jeda Shalat Tarawih Sudah Tidak Dipermasalahkan Lagi

Dua hal utama yang paling mencolok saat bulan Ramadan berlangsung adalah puasa itu sendiri, tentu saja, dan shalat tarawih. Ini tidak bermaksud untuk mengesampingkan berbagai ibadah lainnya yang sebaiknya turut dilakukan di bulan suci ini, tapi secara kasat mata keduanya itu memang yang paling tampak menonjol. Puasa dilakukan di siang hari, dan layaknya yin yang, giliran shalat tarawih yang dilakukan di waktu malam.

Tak perlu dibahas bilangan shalat tarawih mana yang paling utama. Lebih menarik perhatian untuk ditulis kali ini adalah soal jeda di sela-sela dua rakaat shalat tarawih. Kita mungkin hafal bahwa ada seseorang yang lantang bersuara tepat ketika salam tuntas diucapkan. Suara tersebut mengandung penghormatan kepada empat khalifah utama awal umat Islam selepas Rasulullah.

Jadi, saat menuju dua rakaat pertama khalifah pertama Abu Bakar ash Shiddieq disebutkan. Lantas dilanjutkan dengan Umar ibn Khaththab dan dua rakaat kedua. Menuju dua rakaat ketiga giliran Utsman ibn ‘Affan mendapat penghormatan. Dan terakhir, khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib, disebut saat akan berdiri di dua rakaat keempat.

Kendati perbuatan ini sungguh mulia, pernah ada segolongan muslim juga yang malah mengecamnya. Alasan mereka adalah aksi seperti ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa as-salam dan karena itu tidak pernah melakukannya. Namun kini puji-pujian kepada keempat khalifah utama itu tidak pernah mendapat tentangan lagi karena satu bantahan yang memang tidak bisa dibantah lagi.

Puji-pujian itu ditujukan untuk mengukuhkan posisi keempat khalifah utama saat syi’ah mulai merangsek. Kita tahu bahwa penganut syi’ah sangat tidak sopan dan berlaku kurang ajar terhadap Abu Bakar, Umar, dan Utsman serta Ali. Bernilai ibadah bagi mereka adalah senantiasa mencaci-maki Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Kini, dengan setiap shalat tarawih selalu menyuarakan pujian kepada keempat khalifah tersebut, kesempatan untuk merendahkan dan menghinakan Abu Bakar, Umar, dan Utsman semakin menyempit dan menegaskan posisi mulia mereka di hadapan orang muslim.

Advertisements

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4
This entry was posted in Transisi. Bookmark the permalink.

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s