Hidup Ini Memang Sawang-Sinawang

Hidup bermsyarakat terkadang ada pula sisi buruknya, ketika orang selalu melihat sisi baiknya. Pergaulan yang terbuka bukan dalam arti seks bebas menjadikan hal-hal yang tidak perlu ditutupi menjadi begitu mudah diamati. Teman kita baru saja punya sesuatu akan langsung diketahui di era yang ruang pamer tak lagi dibatasi oleh pembatas-pembatas fisik.

rumput tetangga memang lebih hijau sumber: budisants.wordpress.com

rumput tetangga memang lebih hijau sumber: budisants.wordpress.com

Sama pula ketika ada tetangga yang punya pekerjaan tertentu akan segera dibicarakan karena dianggap memiliki pekerjaan yang menyenangkan. Begitulah sawang-sinawang, istilah dalam bahasa Jawa untuk menggambarkan pepatah “rumput tetangga memang lebih hijau”.

Tapi sawang-sinawang kali ini dilakukan justru untuk menumbuhkan rasa syukur di orang yang melakukan sawang-sinawang. Berkebalikan 180 derajat ‘kan dengan pemahaman sawang-sinawang yang selama ini diketahui? Seperti yang terjadi di Malang Raya. Menurut beberapa kalangan, lalu-lintas di terutama kota Malang sudah memprihatinkan. Faktanya, situasi semrawut di kota Malang itu mungkin tak ada separuhnya bila dibandingkan keruwetan lalu-lintas Jakarta Raya 😆 Melihat betapa stresnya orang Jakarta menghadapi lalu-lintas kotanya tentu menimbulkan kesyukuran bagi kita yang berkomuter di kota Malang. Bahkan orang Jakarta yang bertandang ke kota Malang akan merasa seperti melaju di jalan tol jika melenggang di jalanan kota Malang :mrgreen:

situasi sehari-hari angkot ngetem (terminal bayangan) di pintu keluar terminal Landungsari

situasi sehari-hari angkot ngetem (terminal bayangan) di pintu keluar terminal Landungsari

Kasus lainnya misalnya soal hawa dingin yang tengah menyelimuti Malang Raya yang juga turut dikeluhkan banyak orang. Memang udaranya terasa kurang nyaman dengan siang hari begitu terik tapi malam terasa menggigil menusuk tulang. Tapi mungkin ini masih lebih baik bila dibandingkan dengan kota-kota lain yang siang hari kelembapannya begitu tinggi dan malamnya terasa gerah luar biasa.

Di kota tersebut terkadang tidur pun harus ditemani pendingin udara yang disetel hingga 18 derajat Celcius! Atau sebaliknya, hawa dingin yang dianggap menusuk tulang di Malang Raya belum seberapa jika dibandingkan dengan di Rusia atau Siberia yang bisa minus 30 derajat Celcius. Lagipula, sepotong jaket atau kupluk sudah bisa memberikan kehangatan dan mengusir hawa dingin yang menusuk itu. Apalagi karena sudah banyak kedai STMJ, tentu tak sulit mendapatkan kehangatan.

Dan yang sudah membeli Suzuki Address, tak perlulah berkecil hati. Resapi sawang-sinawang dalam tulisan ini. Meskipun tak punya ACG-ISS, Address termasuk skutik paling irit di Indonesia. Hanya karena pengujian yang terasa timpang dan berat sebelah, Suzuki Address menjadi skutik paling boros.

Advertisements
This entry was posted in Transisi on by .

About ardaisme

Full-time Translator. 5000-word translation work everyday is not sensational achievement to be proud of. Dare to give more words to me to conquer? ring my whatsspp 082143168889 or PING! me 5FAA2CB4

5 thoughts on “Hidup Ini Memang Sawang-Sinawang

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s