Bagi Politisi PDIP Eva Sundari, Jilat Ludah Sendiri Memang Enak

Kalau ajaran berisi kebaikan yang telah lama ditinggalkan coba dibangkitkan lagi, tentu itu bagus sekali. Tapi kalau ada pasal tertentu dalam undang-undang sudah resmi dihapus namun kini berusaha “dihidupkan” lagi, kita pun jadi bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

eva sundari kaca amnesia

Apalagi usaha “menghidupkan” pasal soal penghinaan presiden (dan wakil presiden) itu pernah pula dilakukan sebelum ini, tapi dihambat. Makin menggelikan lagi kalau ternyata pihak yang dulu menghambat dan kini malah berbalik ingin menghidupkan pasal itu adalah orang yang sama 😆

Begitulah yang dilakukan Eva Kusuma Sundari. Dengan mantap politisi senior PDIP itu bilang begini:

Kenapa presiden tidak boleh (mengajukan)? Presiden juga manusia lho, walau dia presiden, simbol negara, tapi punya hati dan perasaan. Jadi, ide tersebut masuk akal (sumber: Republika)

Politisi yang seperti tidak punya integritas itu melanjutkan kalau wajar saja hal itu dilakukan demi melindungi kehormatan presiden dari perbuatan tak menyenangkan dan pencemaran nama baik.  (sumber: Republika).

Orang ini seperti sedang mengigau, meracau, atau semacamnya tentang berbicara tanpa kesadaran penuh seperti orang kesurupan. Ini karena dua tahun mundur ke belakang di 2013, orang yang sama ini pernah menolak mentah-mentah rencana menghidupkan kembali pasal yang sama yang telah dibekukan pada 2006 oleh Mahkamah Konstitusi. Politisi minim integritas itu bilang begini saat itu:

Karena itu sudah diputus dan ditolak MK, kok masih tetap dipaksain. Apakah itu bukan manuver yang sia-sia? Karena toh kalo di judicial review ya akan gagal lagi. Jadi ya hanya buang-buang waktu saja untuk membahas pasal yang diajukan kembali itu (sumber: Liputan6)

Meskipun terkesan serius dan penuh semangat, harapannya semoga politisi ini hanya sedang guyonan soal menghidupkan kembali pasal penghinaan terhadap presiden (dan wakil presiden). Soalnya kalau memang ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya, ini malah seperti sedang melawak bareng Srimulat 😆 Orang yang sama tapi bicaranya tidak konsisten. Mungkin dia ingin seperti Spider-Man yang punya sisi gelap bernama Venom.

Dari dua sumber yang mengutip kata-kata Sundari, coba kita tampilkan kembali dalam percakapan dua orang 😆

Eva Kusuma Sundari bilang:

… kenapa presiden tidak boleh (mengajukan) [pasal penghinaan]? Presiden juga manusia lho, walau dia presiden, simbol negara, tapi punya hati dan perasaan. Jadi, ide tersebut masuk akal. (sumber: Republika)

Dibantah sendiri oleh Eva Kusuma Sundari :mrgreen:

… kalau ini disahkan, ya berarti kita balik lagi ke zaman Belanda. Dan itu akan menurunkan kualitas demokrasi kita dan equality before the law (sumber: Liputan6).

Eva Kusuma Sundari bilang (lagi):

… pasal penghinaan terhadap presiden wajar (sumber: Republika).

Eva Kusuma Sundari membantah (lagi) 😆

… jika pasal ini kembali dimasukkan dalam RUU KUHAP, akan memunculkan politisi ‘penjilat’ dan menghidupkan kembali pola Asal Bapak Senang (ABS) seperti era Orde Baru dan era kolonial Belanda (sumber: Liputan6).

Kalau kasusnya begini, PDIP harus pertimbangkan kembali mendirikan sekolah khusus politisi, selain sekolah kepala daerah, agar nanti kader-kadernya tidak punya mulut yang bikin malu seperti ini dan punya integritas yang mumpuni.

Advertisements

6 comments on “Bagi Politisi PDIP Eva Sundari, Jilat Ludah Sendiri Memang Enak

  1. Siapapun presidennya, entah itu jokowi ato prabowo ato suharto ato sukarno atau BAPAKmu… .kalo udah jd presiden ya JANGAN dihina. Dikritik boleh, tp dihina jangan.
    Hanya ada 1 negara yg memperbolehkan presidennya dihina….. Yaitu INDONESIA.

    Misal Bapakmu ato Mbahmu jd presiden ato jd lurah trs tak hina… ibarat babi yg gak pantas menjabat… .. Apa yg km rasakan. Dan apa yg akan dirasakan orang lain.???
    Mikir nyuk.!!!!

    Andaikata prabowo jd presiden pun pasti akan byk yg menghina.
    Trs apakah hinaan itu bisa menyelesaikan persoalan.??? Mikir Nyukkk!!

your comment here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s